Beban atau Harapan? Perspektif Siswa Terhadap Implementasi TKA Tahun 2026
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Saat berbicara dengan siswa dari berbagai daerah dan tingkat pendidikan, muncul dua perspektif utama terkait dengan implementasi TKA 2026. Banyak siswa yang melihat tes ini sebagai harapan baru untuk menunjukkan kemampuan mereka secara lebih komprehensif, terutama bagi mereka yang merasa kurang mampu dalam ujian berbasis soal pilihan ganda konvensional. Siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang kreatif, penelitian, atau pemecahan masalah melihat TKA sebagai kesempatan untuk menunjukkan potensi mereka yang mungkin tidak tergambarkan dalam ujian tradisional.
Di sisi lain, sebagian besar siswa mengaku merasa stres dengan beban baru yang datang bersama TKA 2026. Selain harus menguasai materi pelajaran yang sudah ada, mereka juga perlu belajar dan mengembangkan keterampilan baru yang sebelumnya tidak menjadi fokus utama pembelajaran di sekolah. Banyak siswa yang khawatir tentang bagian proyek dalam TKA, karena mereka merasa tidak memiliki cukup pengalaman atau sumber daya untuk menyelesaikannya dengan baik. Beberapa siswa bahkan mengaku sudah mulai merasa stres sejak satu tahun sebelum pelaksanaan tes, khawatir tidak akan memenuhi standar yang ditetapkan.
Perspektif siswa juga bervariasi tergantung pada kondisi sekolah dan lingkungan tempat mereka belajar. Siswa dari sekolah dengan fasilitas dan sumber daya yang cenderung lebih positif dan percaya diri menghadapi TKA. Mereka memiliki akses ke buku referensi yang lengkap, laboratorium yang modern, serta bimbingan dari guru yang sudah mendapatkan pelatihan khusus. Sebaliknya, siswa dari sekolah di daerah terpencil atau dengan fasilitas terbatas merasa bahwa mereka berada pada posisi yang kurang menguntungkan dan khawatir bahwa TKA hanya akan memperluas jangkauan yang sudah ada.
Banyak siswa juga mengungkapkan kekhawatirannya tentang dampak TKA pada aktivitas ekstrakurikuler dan waktu luang mereka. Banyak sekolah telah meningkatkan jam pelajaran dan memberikan tugas tambahan untuk mempersiapkan siswa menghadapi ujian ini, sehingga siswa memiliki lebih sedikit waktu untuk berpartisipasi dalam olahraga, seni, atau kegiatan sosial yang penting untuk perkembangan diri mereka secara menyeluruh. Beberapa siswa khawatir bahwa fokus yang terlalu besar pada persiapan TKA akan membuat mereka kehilangan minat dalam belajar dan mengembangkan minat pribadi mereka.
Meskipun ada kekhawatiran dan perasaan terbebani, sebagian besar siswa tetap memandang TKA 2026 sebagai sesuatu yang harus mereka hadapi dengan sungguh-sungguh. Mereka menyadari bahwa tes ini memiliki tujuan yang baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan mereka untuk masa depan. Banyak siswa berharap bahwa pemerintah dan sekolah akan memberikan dukungan yang cukup, sehingga TKA tidak hanya menjadi beban tetapi benar-benar menjadi sarana untuk mengembangkan potensi mereka dan mencapai harapan yang mereka miliki untuk diri sendiri dan keluarga.
###
Penulis : Ailsa Widya Imamatuzzadah