Belajar Air Bersih dari YouTube: Studi Kasus Implementasi SDG 6 di SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Air Bersih dan Sanitasi Layak (SDG 6) adalah kebutuhan dasar yang harus diajarkan urgensinya kepada siswa Sekolah Dasar. YouTube, dengan kemampuannya untuk menampilkan visualisasi yang kuat, menjadi media yang ideal untuk menyampaikan pelajaran kritis tentang konservasi air, pentingnya sanitasi yang higienis, dan dampak kelangkaan air.
Banyak video edukasi di YouTube yang dengan gamblang menunjukkan siklus air, cara-cara hemat air di rumah, dan praktik mencuci tangan yang benar. Bagi siswa SD, melihat demonstrasi nyata ini, alih-alih hanya membaca dari buku teks, membuat pelajaran tentang SDG 6 menjadi lebih konkret dan langsung terhubung dengan perilaku sehari-hari mereka.
Contoh yang sering digunakan adalah video stop-motion yang menjelaskan bagaimana kuman menyebar atau animasi yang membandingkan kondisi lingkungan dengan sanitasi baik dan buruk. Pendekatan visual ini tidak hanya meningkatkan pemahaman kognitif (SDG 4), tetapi juga memicu perubahan perilaku yang diinginkan, yaitu membiasakan hidup bersih dan hemat air.
Keunggulan lain dari YouTube adalah ketersediaan video yang mendokumentasikan kondisi riil di berbagai belahan dunia yang kekurangan air bersih. Melihat realitas ini (tentu saja dengan pendampingan guru), dapat menumbuhkan rasa empati dan kesadaran global, mendorong siswa SD untuk lebih menghargai sumber daya yang mereka miliki.
Singkatnya, YouTube adalah laboratorium virtual untuk pembelajaran SDG 6. Platform ini menyediakan sumber daya visual yang tak ternilai untuk mengubah pelajaran teoretis tentang air dan sanitasi menjadi tindakan nyata yang dapat mereka lakukan di rumah dan sekolah, mendukung tercapainya tujuan global air bersih dan sanitasi untuk semua.
Penulis : Reynaldo Hari Prastiyo