Belajar Bahasa dengan Humor: Siswa SD Identifikasi Terjemahan Aneh
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Siswa sekolah dasar mengikuti kegiatan analisis terjemahan teks
Bahasa Inggris. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan pemahaman makna
kosakata secara kontekstual.
Kegiatan
ini dilaksanakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris dengan memanfaatkan aplikasi
terjemahan digital. Siswa diminta menerjemahkan kalimat pendek dan dialog
sederhana, kemudian membandingkan hasil terjemahan aplikasi dengan penjelasan
guru. Dari proses tersebut, siswa menemukan beberapa terjemahan yang terdengar
lucu atau tidak sesuai konteks, seperti “warm welcome” yang berubah menjadi
“selamat datang yang hangat” secara harfiah.
Melalui
momen humor tersebut, guru membantu siswa memahami bahwa bahasa tidak hanya
terdiri atas kata-kata, tetapi juga konteks dan situasi penggunaan. Siswa
diajak berdiskusi mengenai makna kata sebenarnya berdasarkan fungsi kalimat,
bukan hanya hasil terjemahan otomatis. Pendekatan ini membuat suasana belajar
lebih santai dan meningkatkan keberanian siswa untuk bertanya dan mencoba.
Selain
itu, kegiatan ini juga mendorong keterampilan kolaboratif. Siswa bekerja dalam
kelompok kecil untuk mencatat temuan kesalahan terjemahan, lalu
mempresentasikan hasil analisisnya di depan kelas. Mereka menjelaskan perbedaan
antara arti literal dan arti sebenarnya dalam komunikasi. Guru menilai hasil
kerja kelompok dengan mempertimbangkan kemampuan argumentasi dan pemahaman
konteks.
Kegiatan
pembelajaran ini diharapkan dapat terus dikembangkan dengan variasi teks dan
situasi yang lebih beragam. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan
komunikatif, siswa diharapkan semakin percaya diri dalam menggunakan Bahasa
Inggris, baik dalam memahami maupun dalam menyampaikan makna secara tepat.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono
Dokumentasi: Freepik