Belajar Bahasa Dunia, Siswa Mengenal Keragaman Melalui Google Translate
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Pembelajaran bahasa dimulai dengan mengenalkan berbagai bahasa
dunia. Guru mengajak siswa mencoba Google Translate untuk memahami arti kata.
Kegiatan ini mengaitkan literasi digital dengan tujuan Pendidikan Bermutu dalam
SDGs.
Dalam
kegiatan ini, guru menampilkan daftar bahasa yang sering digunakan di berbagai
negara. Siswa diminta memilih beberapa kata sederhana seperti salam sapaan atau
nama benda untuk diterjemahkan. Dari hasil terjemahan itu, siswa belajar bahwa
satu kata dapat memiliki bentuk yang berbeda di setiap negara. Guru menekankan
bahwa Google Translate digunakan sebagai alat bantu untuk memahami ragam bahasa
yang ada di dunia.
Untuk
memperkaya pemahaman, siswa diajak menonton peta interaktif yang menunjukkan
persebaran bahasa resmi di berbagai wilayah. Guru menjelaskan bahwa keragaman
bahasa merupakan bagian penting dari budaya suatu masyarakat. Penjelasan ini
dikaitkan dengan SDGs nomor 4 tentang Pendidikan Bermutu yang mendorong
literasi global. Melalui pembelajaran ini siswa diajak memahami bahwa belajar
bahasa membantu mereka menghargai keberagaman.
Siswa
kemudian bekerja dalam kelompok kecil untuk mencari tiga bahasa yang berbeda.
Mereka menuliskan arti satu kata dalam tiga bahasa tersebut serta membacakan
hasilnya di depan kelas. Suasana kelas menjadi hidup ketika siswa mendengar
pengucapan unik dari bahasa yang mereka pilih. Guru memberikan apresiasi kepada
kelompok yang mampu menjelaskan perbedaan secara jelas.
Selain
itu, guru mengajak siswa berdiskusi tentang pentingnya menghargai perbedaan
bahasa. Siswa menyadari bahwa banyak konflik muncul karena kesalahpahaman dalam
komunikasi. Dengan mengenal berbagai bahasa, siswa dapat belajar bersikap
terbuka terhadap orang lain. Nilai ini selaras dengan upaya membangun budaya
damai yang juga menjadi bagian dalam SDGs.
Untuk
mendukung literasi digital, guru memberikan penjelasan mengenai cara
menggunakan Google Translate secara bijak. Guru menegaskan bahwa hasil
terjemahan tidak selalu sempurna sehingga harus dipahami dengan kritis. Siswa
dilatih untuk membandingkan beberapa hasil terjemahan agar tidak salah memahami
arti sebuah kata. Kegiatan ini membantu menumbuhkan kemampuan berpikir
analitis.
Penutup
pembelajaran dilakukan dengan refleksi bersama. Siswa menyampaikan pendapat
bahwa mengenal berbagai bahasa membuat mereka merasa lebih dekat dengan dunia
luar. Mereka juga menyadari bahwa teknologi dapat digunakan secara positif
untuk mendukung pembelajaran. Melalui kegiatan ini tercipta pengalaman belajar
yang membuka wawasan global sekaligus menumbuhkan rasa saling menghargai antar
sesama.
###
Penulis: Sevian Ageng Wahono