Belajar Memahami Peta Satelit untuk Memprediksi Potensi Hujan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Anak-anak belajar membaca peta satelit cuaca. Guru menampilkan citra
awan dari sumber resmi. Kegiatan ini membantu siswa mengetahui potensi hujan
besok.
Pembelajaran
dimulai dengan mengenalkan tampilan peta satelit yang menunjukkan persebaran
awan di atmosfer. Guru menjelaskan bahwa awan yang terlihat tebal dan pekat
biasanya menandakan adanya peluang hujan. Sementara awan tipis atau terpecah
dapat menunjukkan kondisi langit yang cenderung cerah. Anak-anak memerhatikan
warna dan pola pada peta untuk mulai memahami tanda-tanda tersebut.
Untuk
mendukung pemahaman, guru menunjukkan perbedaan citra satelit pada pagi dan
sore hari. Perubahan yang terlihat membantu anak-anak memahami bahwa cuaca
dapat berubah dalam waktu yang singkat. Pada kesempatan ini, siswa diajak
membandingkan dua tampilan tersebut dan menyimpulkan mengapa perbedahan itu
terjadi. Kegiatan ini menumbuhkan kemampuan membaca data visual secara kritis.
Siswa
kemudian diajak latihan membaca peta satelit dari situs cuaca yang sering
digunakan masyarakat. Guru memberi panduan cara mengakses data, memilih
wilayah, serta membaca legenda warna. Anak-anak mencoba menunjukkan wilayah
yang berpotensi hujan berdasarkan pola awan yang tampak. Beberapa siswa dengan
cepat mampu menunjukkan wilayah dengan potensi hujan tinggi menggunakan ciri
awan gelap merata.
Sebagai
pendalaman konsep, guru menjelaskan bagaimana satelit mengirimkan data ke bumi.
Data ini kemudian diproses menjadi citra yang dapat diakses oleh publik. Guru
menekankan bahwa teknologi ini sangat penting untuk mengantisipasi bencana
seperti banjir atau angin kencang. Dengan penjelasan ini, anak-anak mendapatkan
gambaran bahwa cuaca adalah bagian dari sistem alam yang dipantau secara
ilmiah.
Untuk
memperkuat pemahaman, siswa diminta membuat catatan kecil tentang ciri awan
yang berpotensi menimbulkan hujan. Catatan ini digunakan sebagai panduan yang
dapat mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Guru berharap siswa dapat
menyadari bahwa informasi cuaca bukan hanya untuk pengetahuan, tetapi juga
memengaruhi aktivitas harian seperti membawa jas hujan atau memilih rute
perjalanan. Kegiatan pencatatan ini juga melatih keterampilan merangkum.
Penutup
pembelajaran dilakukan dengan diskusi singkat. Anak-anak berbagi pengalaman
sehari-hari ketika hujan datang secara tiba-tiba. Melalui kegiatan ini, siswa
memahami bahwa membaca peta satelit bukan hanya kegiatan akademis, tetapi juga
keterampilan penting untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi cuaca. Suasana
kelas berakhir dengan rasa penasaran dan antusiasme untuk mengamati langit dan
cuaca besok.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono