Bisa Berhitung Tidak Cukup: Mengapa Kemampuan Matematika Dasar Perlu Ditingkatkan Lebih Lanjut
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Di era yang semakin kompleks ini, kemampuan untuk melakukan operasi perhitungan dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian memang menjadi landasan penting. Namun, hanya mengandalkan kemampuan berhitung saja tidak lagi mampu menjawab tantangan yang muncul dalam berbagai aspek kehidupan. Mulai dari mengelola keuangan pribadi dengan bijak, memahami data dan informasi yang tersebar luas, hingga mengambil keputusan yang rasional dalam berbagai situasi, diperlukan pemahaman matematika yang lebih mendalam.
Literasi numerasi yang sebenarnya tidak hanya tentang bisa menghitung angka, tetapi juga tentang kemampuan untuk menginterpretasikan data, mengenali pola, membuat estimasi yang akurat, dan menghubungkan konsep matematika dengan masalah dunia nyata. Misalnya, ketika melihat infografis tentang perkembangan ekonomi atau statistik kesehatan masyarakat, seseorang perlu mampu memahami konteks angka tersebut, tidak hanya membaca atau menghitung nilai yang tertera. Hal ini membantu dalam menghindari kesalahpahaman yang bisa menyebabkan keputusan yang salah.
Di dunia pendidikan, kurikulum matematika mulai beralih fokus dari hafalan rumus dan kemampuan berhitung cepat menuju pemahaman konseptual dan keterampilan pemecahan masalah. Siswa diajarkan untuk berpikir kritis tentang masalah yang diberikan, mencari berbagai cara untuk menyelesaikannya, dan menjelaskan alasan di balik setiap langkah yang mereka lakukan. Pendekatan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan kemampuan yang bisa mereka terapkan tidak hanya dalam ujian sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari setelah lulus.
Dunia kerja juga semakin menuntut kemampuan matematika yang lebih komprehensif. Profesi-profesi yang dulunya dianggap tidak terlalu berhubungan dengan matematika, seperti bisnis, komunikasi, atau seni, kini membutuhkan pekerja yang mampu menganalisis data pasar, mengelola anggaran proyek, atau memahami pola konsumen. Bahkan dalam pekerjaan yang lebih sederhana, seperti menjadi penjual atau manajer toko, kemampuan untuk memahami margin keuntungan, tren penjualan, dan perencanaan stok sangat diperlukan di luar kemampuan berhitung dasar.
Untuk mengatasi hal ini, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak. Pemerintah perlu terus memperbarui kurikulum pendidikan agar sesuai dengan kebutuhan zaman, sementara lembaga pendidikan harus menyediakan metode pembelajaran yang menarik dan relevan. Orang tua juga memiliki peran penting dalam mengajarkan anak-anak tentang standar matematika dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat berbelanja atau mengatur anggaran keluarga. Dengan demikian, kemampuan matematika dasar tidak hanya sebatas berhitung, tetapi menjadi alat yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.
###
Penulis : Ailsa Widya Imamatuzzadah