Bukan Sekadar Ngetik dan Scroll: Mengurai Perbedaan Antara Bisa Pakai HP dan Melek Digital
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Gerakan ngetik di keyboard virtual dan scroll layar ponsel pintar telah menjadi aktivitas yang sangat umum bagi sebagian besar orang di masa kini. Setiap hari, kami melakukan kedua gerakan tersebut berulang kali untuk mengirim pesan, melihat berita, atau menjelajahi media sosial. Namun, seringkali kita tidak menyadari bahwa kemampuan untuk melakukan hal ini hanyalah permukaan dari dunia digital yang jauh lebih dalam – dan bahwa menjadi melek digital membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan untuk mengetik dan memutar layar.
Bisa menggunakan HP umumnya berarti seseorang mampu mengoperasikan fitur dasar perangkat dan aplikasi yang ada di dalamnya. Ini termasuk cara membuka dan menutup aplikasi, mengetik pesan, mengambil foto, dan mengakses internet. Keterampilan ini penting untuk berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari di era digital, namun tidak mencakup semua aspek yang diperlukan untuk menjadi pengguna digital yang cerdas dan bertanggung jawab.
Melek digital, di sisi lain, mencakup serangkaian keterampilan dan pemahaman yang lebih luas. Ini termasuk kemampuan untuk memancarkan keakuratan dan kredibilitas yang ditemukan di internet, memahami bagaimana data pribadi dilindungi dan digunakan, serta mampu menggunakan teknologi untuk menyampaikan informasi secara efektif, mempelajari hal baru, dan menyelesaikan masalah. Misalnya, seseorang yang melek digital tidak hanya bisa mencari informasi tentang penyakit tertentu di HP, tetapi juga mampu memverifikasi sumber informasi tersebut dan memahami bagaimana cara menggunakan informasi itu untuk membuat keputusan yang baik tentang kesehatan mereka.
Di daerah Surabaya dan Jawa Timur, semakin banyak orang yang menyadari perbedaan ini dan mulai mencari cara untuk meningkatkan literasi digital mereka. Banyak sekolah telah menambahkan mata pelajaran tentang literasi digital ke dalam kurikulum mereka, sementara pemerintah dan organisasi masyarakat menyelenggarakan berbagai program pelatihan dan lokakarya untuk masyarakat umum. Program-program ini fokus pada topik-topik seperti keamanan online, cara mengidentifikasi hoaks, dan penggunaan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup.
Perlu dipahami bahwa menjadi melek digital bukanlah tujuan yang dapat dicapai dalam waktu singkat – ini adalah proses berkelanjutan yang membutuhkan kesadaran, usaha, dan komitmen. Setiap orang, tanpa memandang usia atau latar belakang, dapat meningkatkan literasi digital mereka dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka. Dengan demikian, kemampuan untuk mengetik dan menggulir di HP dapat diubah menjadi keterampilan digital yang benar-benar bermanfaat, membantu kita menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di dunia yang semakin terhubung ini.
###
Penulis : Ailsa Widya Imamatuzzadah