Canva dan Google Translate: Media Pendukung Kreatif Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Dalam era digital saat ini, proses pembelajaran di sekolah dasar semakin dituntut untuk kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Salah satu tantangan utama yang dihadapi guru adalah bagaimana membuat pembelajaran Bahasa Inggris menjadi menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Canva dan Google Translate hadir sebagai dua media digital yang dapat mendukung proses belajar mengajar secara efektif. Keduanya tidak hanya membantu guru dalam menyiapkan materi, tetapi juga memberi kesempatan bagi siswa untuk belajar secara mandiri dan interaktif.
Canva merupakan platform desain grafis yang sangat mudah digunakan oleh guru maupun siswa. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, guru dapat memanfaatkan Canva untuk membuat kartu kosakata, poster interaktif, komik percakapan, hingga presentasi visual yang menarik. Sementara itu, siswa dapat diajak berkreasi membuat proyek seperti “My Vocabulary Book” atau “Daily Expressions Poster” menggunakan Canva. Dengan tampilan visual yang menarik, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan membantu siswa mengingat kosakata baru dengan lebih mudah.
Di sisi lain, Google Translate berperan sebagai alat bantu memahami dan menerjemahkan kosakata atau kalimat dalam Bahasa Inggris. Meskipun penggunaannya harus tetap diawasi agar tidak menjadi ketergantungan, aplikasi ini dapat menjadi sarana pendukung ketika siswa mengalami kesulitan memahami arti suatu kata. Guru dapat mengajarkan cara menggunakan Google Translate secara bijak, misalnya untuk mengecek arti kata, pelafalan, atau membuat latihan terjemahan sederhana. Dengan demikian, siswa dapat belajar mandiri sekaligus memahami konteks penggunaan Bahasa Inggris dengan lebih baik.
Kombinasi antara Canva dan Google Translate memungkinkan pembelajaran Bahasa Inggris menjadi lebih kreatif, interaktif, dan efisien. Guru dapat merancang kegiatan kolaboratif, seperti membuat brosur wisata berbahasa Inggris menggunakan Canva, sementara siswa dapat memanfaatkan Google Translate untuk mencari arti atau menyusun kalimat. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa, tetapi juga melatih keterampilan digital, berpikir kritis, dan kreativitas siswa sekolah dasar.
Dengan pemanfaatan media digital seperti Canva dan Google Translate, guru dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan sesuai dengan dunia anak masa kini. Pembelajaran Bahasa Inggris tidak lagi terasa sulit atau membosankan, melainkan menjadi pengalaman yang penuh warna dan bermakna. Integrasi teknologi dalam pembelajaran dasar seperti ini menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi yang kreatif, adaptif, dan memiliki kemampuan literasi digital yang kuat sejak dini.
###
Penulis: Sabila Widyawati