Canva Jadi Jembatan Literasi Digital dan Pendidikan Agama dalam Pembelajaran Puasa SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pendidikan dasar saat ini dituntut untuk mampu menyeimbangkan antara penguatan karakter dan penguasaan literasi digital. Canva hadir sebagai salah satu platform yang mampu menjawab tantangan tersebut. Dalam pembelajaran doa dan niat buka puasa, Canva dimanfaatkan guru SD sebagai media yang menggabungkan nilai religius dengan keterampilan abad ke-21 secara harmonis.
Melalui desain visual yang sederhana dan ramah anak, Canva membantu guru menjelaskan konsep niat puasa secara bertahap. Materi dapat disusun mulai dari pengertian niat, waktu membaca niat puasa, hingga bacaan niat itu sendiri. Dengan tampilan yang runtut dan menarik, siswa lebih mudah memahami alur ibadah puasa tanpa merasa terbebani oleh teks panjang atau penjelasan abstrak.
Keunggulan Canva terletak pada kemampuannya menghadirkan pembelajaran yang fleksibel. Materi doa dan niat buka puasa dapat digunakan baik dalam pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran daring. Guru dapat membagikan desain Canva melalui grup kelas atau platform belajar digital, sehingga siswa tetap dapat mengakses materi di rumah bersama orang tua.
Dalam konteks pendidikan dasar, keterlibatan orang tua juga menjadi aspek penting. Desain doa buka puasa yang dibuat melalui Canva sering kali dicetak atau dibagikan dalam format digital sehingga dapat dipelajari ulang di rumah. Hal ini mendorong terjadinya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam menanamkan kebiasaan berdoa dan beribadah kepada anak.
Pemanfaatan Canva dalam pembelajaran doa dan niat buka puasa menunjukkan bahwa pendidikan agama tidak harus terlepas dari teknologi. Justru, dengan pendekatan yang tepat, Canva dapat menjadi jembatan antara literasi digital dan pembentukan karakter religius siswa SD.
# # #
Penulis: Salsa Billa Aulia