Canva sebagai Media Literasi Digital Sejak Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Literasi digital menjadi kompetensi penting dalam pendidikan masa kini. Sekolah dasar perlu menanamkan literasi digital sejak dini. Canva dapat digunakan sebagai media literasi digital. Media ini memperkenalkan siswa pada teknologi kreatif. Siswa belajar menggunakan media digital secara produktif. Canva mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Literasi digital berkembang secara bertahap. Siswa tidak hanya sebagai pengguna pasif. Pembelajaran digital menjadi bermakna. Pendidikan dasar merespons perkembangan zaman.
Canva membantu siswa mengenal etika penggunaan media digital. Guru dapat mengajarkan penggunaan gambar yang tepat. Siswa belajar menghargai karya orang lain. Literasi digital tidak hanya keterampilan teknis. Aspek etika juga diperhatikan. Canva menjadi sarana pembelajaran etis. Guru membimbing proses belajar. Siswa memahami tanggung jawab digital. Pembelajaran menjadi berkarakter. Literasi digital dibangun sejak awal.
Dalam pembelajaran, Canva melatih keterampilan dasar teknologi. Siswa belajar mengoperasikan alat digital sederhana. Proses ini meningkatkan kepercayaan diri. Siswa tidak takut menggunakan teknologi. Canva dirancang ramah pengguna. Guru dapat menyesuaikan tingkat penggunaan. Literasi digital berkembang sesuai usia. Pembelajaran menjadi aman dan terkontrol. Siswa belajar secara bertahap. Teknologi menjadi alat belajar positif.
Canva juga mendukung kreativitas digital siswa. Siswa dapat mengekspresikan ide melalui media digital. Literasi digital terintegrasi dengan kreativitas. Siswa belajar menyampaikan pesan secara visual. Pembelajaran menjadi lebih menarik. Canva membantu mengembangkan keterampilan abad 21. Guru memfasilitasi proses kreatif. Siswa belajar berpikir kritis dan kreatif. Literasi digital menjadi bagian pembelajaran. Pengalaman belajar semakin kaya.
Pemanfaatan Canva juga membantu guru mengintegrasikan literasi digital dengan mata pelajaran. Guru dapat mengaitkan teknologi dengan materi. Pembelajaran tidak terpisah dari konteks digital. Canva menjadi alat integratif. Siswa memahami teknologi sebagai bagian kehidupan. Literasi digital tidak berdiri sendiri. Pembelajaran menjadi relevan. Guru merancang kegiatan terintegrasi. Siswa belajar secara holistik. Teknologi mendukung tujuan pendidikan.
Namun, literasi digital memerlukan pengawasan. Guru perlu mengatur penggunaan Canva. Siswa perlu diarahkan agar fokus belajar. Teknologi tidak boleh mendominasi. Guru menanamkan sikap bijak digital. Pembelajaran tetap berorientasi nilai. Canva digunakan secara bertanggung jawab. Literasi digital dibangun dengan pendampingan. Guru berperan sebagai pembimbing. Keseimbangan ini penting.
Canva juga membantu guru melakukan evaluasi literasi digital. Karya siswa menunjukkan kemampuan digital. Guru dapat menilai proses dan hasil. Asesmen menjadi lebih autentik. Literasi digital terlihat dalam praktik. Canva memfasilitasi dokumentasi pembelajaran. Guru memberikan umpan balik. Pembelajaran menjadi reflektif. Literasi digital terus berkembang. Evaluasi menjadi bagian pembelajaran.
Secara keseluruhan, Canva sebagai media literasi digital sejak sekolah dasar memiliki potensi besar. Media ini mendukung pengembangan keterampilan digital yang bermakna. Dengan bimbingan guru, Canva digunakan secara bijak. Siswa belajar teknologi secara produktif. Literasi digital berkembang seimbang dengan nilai. Guru memperoleh alat bantu efektif. Pembelajaran menjadi relevan dengan era digital. Pendidikan dasar semakin adaptif. Proses belajar menjadi bermakna. Literasi digital tertanam sejak dini.
Penulis: Della Octavia C. L