Cara Menanamkan Nilai Spiritual Lewat Hafalan dan Pemahaman Asmaul Husna
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Langkah penting dalam
membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia adalah menanamkan nilai
spiritual sejak kecil. Salah satu cara yang efektif adalah dengan menghafal dan
memahami Asmaul Husna, yaitu nama-nama Allah yang indah dan agung. Asmaul Husna
bukan hanya sekumpulan kata, tetapi juga sarana untuk mengenal sifat-sifat
Allah dan membangun kedekatan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, hafalan Asmaul Husna dapat
dilakukan secara bertahap dan menyenangkan. Guru dapat menggunakan metode
bernyanyi, permainan edukatif, atau pengulangan bersama-sama di kelas. Dengan
cara ini, peserta didik lebih mudah mengingat 99 nama Allah tanpa merasa
terbebani. Hafalan ini berfungsi sebagai fondasi spiritual yang kuat, karena
melalui hafalan mereka akan terbiasa menyebut dan mengingat Allah dalam
berbagai keadaan.
Kedua, setelah hafalan dikuasai,
langkah penting berikutnya adalah pemahaman makna Asmaul Husna. Setiap nama
Allah memiliki arti mendalam yang dapat dijadikan teladan dalam kehidupan.
Misalnya, “Ar-Rahman” berarti Maha Pengasih, yang mengajarkan anak untuk
bersikap penyayang kepada sesama. “Al-‘Adl” berarti Maha Adil, yang mendorong
anak untuk berlaku jujur dan adil dalam tindakan. Dengan memahami makna
tersebut, peserta didik tidak hanya menghafal secara lisan, tetapi juga
menginternalisasi nilai-nilainya dalam perilaku sehari-hari.
Ketiga, guru dan orang tua harus
menunjukkan penerapan Asmaul Husna dengan sikap sabar, pemaaf, dan penuh kasih
sayang. Karena anak-anak belajar dari perilaku orang dewasa dan bukan hanya
dari kata-kata, keteladanan ini akan meningkatkan pemahaman spiritual mereka.
Nilai spiritual dapat tumbuh dengan kuat dalam diri siswa dengan menggabungkan
hafalan dan pemahaman Asmaul Husna secara teratur. Mereka akan memiliki iman
yang teguh, sifat yang baik, dan kesadaran bahwa Allah ada di setiap aspek
kehidupan mereka. Untuk menghasilkan generasi yang bermoral dan religius,
pendidikan spiritual seperti ini sangat penting.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest