Chat GPT sebagai Tutor Pribadi Virtual untuk Siswa Indonesia
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Banyak siswa di Indonesia yang tidak mampu membayar les privat kini menemukan alternatif gratis dalam bentuk Chat GPT sebagai tutor virtual, mengubah lanskap bimbingan belajar yang sebelumnya hanya accessible bagi keluarga mampu. Mereka bisa bertanya tentang soal matematika yang tidak dipahami pada pukul sepuluh malam ketika mengerjakan PR, meminta penjelasan konsep fisika yang rumit dengan bahasa yang lebih sederhana, atau bahkan mendiskusikan interpretasi karya sastra untuk tugas bahasa Indonesia, kapan saja tanpa batasan waktu atau biaya tambahan.
Aksesibilitas ini sangat membantu siswa di daerah terpencil yang kekurangan guru berkualitas atau tidak memiliki akses ke lembaga bimbingan belajar, serta siswa dari keluarga ekonomi menengah ke bawah yang tidak bisa afford bimbingan belajar yang bisa mencapai jutaan rupiah per bulan. Chat GPT tidak menggantikan guru, tetapi memberikan bantuan tambahan di luar jam sekolah ketika siswa mengerjakan PR di malam hari dan tidak ada yang bisa ditanya, baik karena orang tua mereka tidak memahami materi pelajaran yang sudah berbeda dengan zamannya atau karena tidak ada kakak atau teman yang bisa dimintai tolong.
Beberapa siswa bahkan merasa lebih nyaman bertanya ke AI karena tidak takut dianggap bodoh, lambat memahami, atau merepotkan seperti yang mungkin mereka rasakan ketika bertanya ke guru atau teman sekelas. AI tidak akan menghakimi, tidak akan lelah menjawab pertanyaan yang sama berulang kali, dan selalu sabar menjelaskan dengan cara berbeda sampai siswa benar-benar paham. Bagi siswa yang introvert atau memiliki anxiety sosial, Chat GPT menjadi solusi pembelajaran yang aman dan nyaman.
Fenomena ini mencerminkan potensi AI dalam mengurangi kesenjangan pendidikan yang selama ini menjadi masalah besar di Indonesia, meskipun tetap perlu pengawasan agar siswa tidak sekadar menyalin jawaban tanpa belajar prosesnya. Beberapa siswa menggunakan Chat GPT dengan bijak, meminta penjelasan step-by-step untuk memahami logika di balik solusi, bukan hanya meminta jawaban final. Namun ada juga yang menyalahgunakan dengan langsung copy-paste jawaban AI tanpa usaha memahami, yang justru merugikan pembelajaran mereka sendiri dalam jangka panjang.
Orang tua dan guru perlu memberikan edukasi tentang cara menggunakan Chat GPT sebagai alat belajar yang efektif, misalnya dengan menggunakannya untuk memahami konsep yang sulit, memeriksa jawaban yang sudah dikerjakan sendiri, atau mencari penjelasan alternatif yang lebih mudah dipahami, bukan sebagai jalan pintas untuk menghindari belajar sama sekali.
Penulis : Nisrina Betari Athillah
Sumber : google.image