ChatGPT dalam Mendukung Guru Sekolah Dasar Menyusun Materi Ajar Inovatif
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — ChatGPT kini semakin dimanfaatkan oleh guru sekolah dasar sebagai alat bantu untuk menyusun materi ajar yang inovatif dan menarik. Dengan kemampuan menghasilkan teks yang cepat dan variatif, ChatGPT membantu guru membuat rencana pembelajaran, modul, atau contoh soal dengan cara yang lebih efisien. Guru dapat meminta ide-ide kreatif untuk menyajikan materi sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, mulai dari anak yang mudah bosan hingga yang butuh tantangan lebih. Hal ini memungkinkan proses perencanaan pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan kelas.
Dalam praktiknya, guru dapat menggunakan ChatGPT untuk mengembangkan materi tematik, interaktif, dan sesuai kurikulum. Misalnya, guru bisa meminta saran permainan edukatif, eksperimen sederhana, atau proyek kelompok yang mendukung pemahaman konsep IPA, IPS, dan bahasa Indonesia. ChatGPT juga dapat membantu menyusun pertanyaan evaluasi atau latihan soal yang beragam, sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan menantang. Dengan demikian, guru tidak hanya menyajikan materi secara monoton, tetapi mampu menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih kreatif.
Selain itu, ChatGPT mendukung guru dalam menyesuaikan materi ajar dengan berbagai gaya belajar siswa. Bagi siswa visual, guru dapat membuat materi yang lebih menekankan ilustrasi, diagram, atau gambar pendukung. Sementara untuk siswa auditori, guru dapat menyusun narasi, cerita, atau dialog interaktif yang dapat dibacakan di kelas. Pendekatan ini membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih personal, sehingga setiap siswa dapat memahami materi sesuai cara belajar mereka masing-masing.
Meski memiliki banyak manfaat, peran guru tetap krusial dalam penggunaan ChatGPT sebagai alat bantu. Guru harus memeriksa dan menyesuaikan materi yang dihasilkan agar relevan, akurat, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu, guru juga perlu menambahkan nilai-nilai pendidikan dan konteks lokal agar materi lebih kontekstual bagi siswa. Dengan pengawasan yang tepat, ChatGPT dapat menjadi partner kreatif yang mempercepat proses perencanaan pembelajaran tanpa menggantikan peran guru.
Secara keseluruhan, ChatGPT menawarkan potensi besar bagi guru sekolah dasar untuk menyusun materi ajar yang inovatif, efektif, dan menarik. Teknologi ini mempermudah guru dalam merancang pembelajaran yang lebih kreatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Jika dimanfaatkan secara bijak, ChatGPT dapat memperkaya proses belajar-mengajar dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar. Oleh karena itu, integrasi ChatGPT sebagai alat bantu guru patut dikembangkan di era pendidikan digital saat ini.
###
Penulis: Sabila Widyawati