ChatGPT Mulai Banyak Dimanfaatkan Guru untuk Mendukung Pembelajaran Interaktif di Kelas
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — ChatGPT sebagai teknologi kecerdasan buatan generatif terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam membantu berbagai aktivitas manusia, termasuk di bidang pendidikan. Kemampuannya dalam menjawab pertanyaan, memberikan contoh teks, hingga membantu merancang materi pembelajaran membuat aplikasi ini semakin dikenal luas oleh guru maupun orang tua. Dalam beberapa bulan terakhir, penggunaan ChatGPT di ruang kelas dilaporkan meningkat secara konsisten.
Di tingkat pendidikan dasar, ChatGPT mulai dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk menghasilkan ide, menyederhanakan konsep, atau membuat contoh bacaan yang sesuai usia anak. Meski penggunaannya selalu berada di bawah pengawasan pendidik, teknologi ini dianggap mampu meningkatkan kreativitas dalam penyusunan kegiatan belajar. Guru dapat mengadaptasi jawaban ChatGPT sehingga lebih relevan dengan kebutuhan siswa di kelas.
Pemanfaatan ChatGPT ini juga berkaitan erat dengan agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 9: Inovasi dan Infrastruktur. Penggunaan teknologi AI secara bertanggung jawab membantu memperkuat literasi digital, keterampilan berpikir kritis, serta kesiapan siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi global. Integrasi teknologi sejak usia dini menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi yang adaptif dan kompeten.
Guru juga diajak untuk memperkenalkan konsep etika digital saat menggunakan ChatGPT, seperti tidak menyalin mentah hasil jawaban, membandingkan informasi dengan sumber lain, serta memahami bahwa AI adalah alat bantu, bukan pengganti proses belajar. Aktivitas ini membantu siswa belajar memilah informasi, menguji kebenaran data, dan memahami pentingnya penggunaan teknologi secara bijak.
Dengan semakin mudahnya akses terhadap ChatGPT, sekolah dan guru diharapkan mampu memanfaatkan teknologi ini untuk memperkaya proses belajar tanpa menggantikan peran guru. Kolaborasi manusia dan AI dinilai dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik, efektif, dan relevan dengan tantangan masa depan. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat kualitas pendidikan dan literasi digital generasi muda.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa
Gambar: Pinterest