Coding dan Computational Thinking: Menggunakan ChatGPT untuk Menyusun Tantangan Logika bagi Siswa SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Computational thinking merupakan kemampuan penting yang kini mulai diajarkan sejak SD. ChatGPT dapat membantu guru membuat tantangan logika sederhana yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Dengan prompt tertentu, guru bisa memperoleh ide permainan algoritma atau teka-teki berpola. Hal ini membuat pembelajaran coding lebih menyenangkan.
Tantangan logika membantu siswa berpikir runtut dan sistematis. Mereka belajar menyusun langkah-langkah kecil untuk menyelesaikan masalah, layaknya menyusun algoritma. ChatGPT dapat menyediakan variasi soal agar siswa tetap tertantang. Guru tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan kelas.
Selain itu, ChatGPT dapat menjelaskan konsep computational thinking menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Anak dapat bertanya dan memperoleh penjelasan tambahan ketika mereka tidak mengerti. Proses ini membantu siswa belajar secara mandiri. Teknologi menjadi mitra belajar, bukan pengganti guru.
Guru juga dapat mengajak siswa membuat permainan kecil berbasis instruksi verbal. ChatGPT dapat memberikan contoh alur permainan seperti “robot mengikuti perintah”. Aktivitas ini melatih logika tanpa harus menggunakan komputer. Anak belajar bahwa coding tidak hanya tentang mengetik kode.
Integrasi ChatGPT dalam pembelajaran computational thinking memperkaya variasi metode. Dengan panduan yang tepat, teknologi ini mendorong rasa ingin tahu dan daya pikir kreatif siswa. Anak menjadi lebih siap menghadapi tantangan digital di masa depan. Pembelajaran coding pun terasa lebih menyenangkan dan mudah diakses.
# # #
Penulis: Arumita Wulan Sari