Cuaca Ekstrem dan Isu Lingkungan: Strategi Proyek Kontekstual di SD dalam Kurikulum Mendalam
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Perubahan iklim menyebabkan cuaca ekstrem semakin sering terjadi, dan siswa SD perlu memahami fenomena ini. Guru dapat mengajak siswa mempelajari penyebab cuaca ekstrem melalui contoh nyata yang terjadi di sekitar mereka. Dengan memahami kaitannya, siswa lebih mudah menyadari bahwa tindakan manusia dapat memengaruhi lingkungan. Pendekatan ini membantu mengembangkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga bumi. Kurikulum mendalam memberi ruang bagi pembelajaran yang berbasis pengalaman seperti ini.
Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah proyek kontekstual tentang pengamatan cuaca. Siswa dapat mencatat perubahan cuaca setiap hari selama beberapa minggu dan membahas hasilnya di kelas. Mereka juga dapat menghubungkan data tersebut dengan informasi dari berita atau video edukatif tentang cuaca ekstrem. Kegiatan ini melatih kemampuan berpikir analitis dan rasa ingin tahu. Selain itu, siswa belajar bahwa cuaca adalah fenomena yang dinamis dan perlu diamati secara terus-menerus.
Pembelajaran proyek juga dapat mengaitkan cuaca ekstrem dengan isu lingkungan, seperti banjir, kekeringan, atau kebakaran hutan. Guru dapat meminta siswa mencari contoh kejadian di daerah mereka atau di daerah lain di Indonesia. Mereka kemudian dapat mendalami penyebab serta dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan. Dengan cara ini, siswa memahami hubungan antara perilaku manusia dan kerusakan alam. Pembelajaran menjadi lebih mendalam karena siswa terlibat langsung dalam proses pencarian makna.
Selain itu, guru dapat mengajak siswa merancang solusi sederhana yang bisa dilakukan anak-anak untuk menjaga lingkungan. Misalnya, kampanye hemat air, menanam pohon, atau mengurangi sampah plastik di sekolah. Proyek semacam ini memberi siswa rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Mereka belajar bahwa tindakan kecil jika dilakukan bersama-sama bisa memberi dampak besar. Kegiatan ini juga mengembangkan keterampilan kolaborasi dan komunikasi.
Pendekatan proyek kontekstual membantu siswa melihat hubungan antara ilmu pengetahuan dan kehidupan sehari-hari. Mereka belajar bahwa cuaca ekstrem bukan sekadar topik sains, tetapi bagian dari masalah global yang perlu disikapi dengan bijaksana. Dengan melibatkan siswa dalam pengamatan, riset kecil, dan perancangan solusi, pembelajaran menjadi lebih aktif dan mendalam. Guru berperan penting sebagai fasilitator yang membimbing siswa memahami fenomena alam secara kritis. Dengan demikian, pendidikan di sekolah dasar dapat berkontribusi pada pembentukan generasi yang lebih peka terhadap isu lingkungan. Penulis: Arumita Wulan Sari Dokumen: Google