Cuaca Harian Jadi Panduan Siswa Menentukan Aktivitas Fisik Sehat
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Cuaca kembali menjadi bahan perhatian siswa saat memilih aktivitas
fisik yang aman. Banyak siswa mulai mencatat kondisi langit sebelum bermain di
luar ruangan. Kebiasaan ini membantu mereka menjaga kesehatan dengan lebih
bijak.
Guru
menjelaskan bahwa kondisi cuaca dapat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan
selama beraktivitas. Ketika matahari sangat terik, tubuh lebih cepat lelah
sehingga perlu minum lebih banyak. Sebaliknya, angin kuat atau hujan membuat
aktivitas luar ruang kurang aman.
Siswa
membandingkan berbagai jenis aktivitas fisik berdasarkan kondisi cuaca. Saat
cuaca cerah mereka memilih bermain lari kecil atau lompat tali. Namun ketika
langit mendung, sebagian siswa memilih aktivitas ringan di dalam kelas seperti
peregangan.
Diskusi
juga menyinggung SDGs kesehatan yang mendorong gaya hidup aktif dan aman. Guru
menyampaikan bahwa menjaga tubuh tetap sehat tidak cukup hanya berolahraga,
tetapi juga memahami kapan waktu yang tepat. Pemahaman ini membuat siswa lebih
peka terhadap keadaan sekitar.
Beberapa
siswa mulai membawa botol minum dan topi untuk berjaga jaga saat cuaca panas.
Sementara yang lain menyimpan jas hujan kecil di tas. Tindakan sederhana ini
menjadi bukti bahwa mereka mulai menerapkan kebiasaan aman.
Catatan
cuaca harian juga membantu siswa merencanakan aktivitas akhir pekan bersama
keluarga. Mereka mempertimbangkan cuaca cerah untuk bersepeda atau bersantai di
taman. Orang tua merasa terbantu karena anak dapat memberi saran berdasarkan
pengamatan mereka.
Kegiatan
ini menjadikan cuaca sebagai teman dalam menjalani hidup sehat. Dengan memahami
kondisi alam, siswa dapat menjaga tubuh tetap bugar sekaligus belajar
menghargai lingkungan yang terus berubah.
###
Penulis: Sevian Ageng Wahono