Cuaca Mendung Berhasil Redam Suhu Panas, Sekolah Manfaatkan untuk Kegiatan Literasi
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Cuaca mendung sejak pagi hari membuat suhu udara terasa lebih sejuk dibanding hari-hari sebelumnya. Kondisi ini dimanfaatkan oleh sekolah untuk melaksanakan kegiatan literasi di ruang terbuka. Guru bisa mengajak para siswa membaca buku di sekitar lingkungan sekolah dengan tetap memperhatikan keamanan jika mendung berubah menjadi hujan.
Siswa terlihat lebih fokus saat membaca karena udara yang sejuk membantu meningkatkan kenyamanan belajar. Guru juga bisa menjelaskan bahwa cuaca mendung terjadi ketika sinar matahari tertutup awan tebal sehingga suhu menurun. Pembelajaran tentang cuaca pun disisipkan secara ringan agar siswa memahami fenomena yang sedang mereka alami.
Selain membaca, beberapa kelas juga melakukan kegiatan diskusi santai mengenai bacaan masing-masing. Guru memanfaatkan suasana mendung yang tenang untuk mempererat interaksi siswa dengan materi literasi. Kegiatan belajar di luar ruangan seperti ini membantu menumbuhkan semangat belajar yang lebih natural dan tidak monoton.
Inisiatif memanfaatkan cuaca mendung untuk kegiatan literasi mendukung SDGs 4 (Quality Education) karena menciptakan pembelajaran yang kreatif dan adaptif terhadap kondisi lingkungan. Selain itu, pemahaman siswa terhadap fenomena cuaca juga berkaitan dengan SDGs 13 (Climate Action) yang mendorong kesadaran terhadap perubahan iklim dan dinamika alam.
Guru berharap kegiatan literasi berbasis lingkungan seperti ini dapat dilakukan lebih sering, terutama ketika cuaca mendukung. Dengan mengenalkan siswa pada berbagai kondisi cuaca sambil tetap belajar, sekolah menciptakan pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif. Model belajar ini juga menanamkan kecintaan siswa terhadap alam sejak dini.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa
Gambar: Pinterest