Cuaca sebagai Materi Pembelajaran Lingkungan Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Cuaca dapat dijadikan materi pembelajaran lingkungan yang relevan dan kontekstual di sekolah dasar karena fenomena ini dialami siswa setiap hari di sekitar mereka. Guru dapat mengajak siswa mengamati kondisi cuaca seperti hujan, panas, angin, atau mendung, lalu mencatat pengamatan tersebut dalam bentuk sederhana. Aktivitas ini membantu siswa memahami hubungan antara cuaca dan lingkungan di sekitar mereka, misalnya bagaimana hujan memengaruhi tumbuhan atau kegiatan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, pembelajaran menjadi lebih nyata, menarik, dan mudah dipahami siswa.
Selain pengamatan langsung, guru dapat menggunakan media visual seperti gambar, poster, atau video untuk menjelaskan fenomena cuaca dan hubungannya dengan lingkungan. Siswa dapat melihat proses terbentuknya awan, siklus air, atau pengaruh matahari terhadap lingkungan sekitar. Aktivitas ini tidak hanya mengenalkan konsep sains, tetapi juga melatih literasi siswa melalui membaca, menulis, dan berdiskusi. Dengan integrasi sains dan literasi, anak-anak dapat memahami materi secara menyeluruh dan menyenangkan.
Pembelajaran cuaca juga dapat dikombinasikan dengan eksperimen sederhana yang aman bagi siswa. Misalnya, siswa dapat mengamati penguapan air di bawah sinar matahari atau perubahan wujud air dari es menjadi air. Guru dapat meminta siswa membuat prediksi, mencatat hasil pengamatan, dan berdiskusi tentang temuan mereka. Kegiatan ini melatih kemampuan berpikir kritis, analisis sederhana, dan membangun rasa ingin tahu terhadap lingkungan sekitar.
Selain itu, guru dapat mengaitkan materi cuaca dengan kegiatan kreatif dan praktis, seperti menggambar langit cerah, mendung, atau hujan, atau membuat miniatur awan menggunakan kapas. Aktivitas kreatif ini membantu siswa mengekspresikan pemahaman mereka secara visual sambil belajar konsep sains dasar. Pendekatan ini membuat pembelajaran lebih interaktif, menyenangkan, dan memotivasi siswa untuk aktif berpartisipasi.
Secara keseluruhan, cuaca sebagai materi pembelajaran lingkungan di sekolah dasar memberikan pengalaman belajar yang kontekstual, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Anak-anak tidak hanya memahami fenomena alam secara praktis, tetapi juga mengembangkan literasi, kreativitas, dan keterampilan berpikir kritis. Guru dapat memanfaatkan pengamatan, eksperimen, dan kegiatan kreatif untuk memperkuat pemahaman konsep. Dengan strategi yang tepat, materi cuaca mampu menghubungkan pengetahuan akademik dengan pengalaman nyata siswa di lingkungan sekitar.
###
Penulis: Sabila Widyawati