Cuaca sebagai Sarana Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Cuaca merupakan fenomena alam yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa sekolah dasar. Setiap hari siswa dapat merasakan perubahan cuaca, seperti panas, hujan, atau mendung, tanpa harus pergi ke tempat khusus. Kondisi ini membuat cuaca menjadi sarana pembelajaran yang mudah dimanfaatkan oleh guru. Melalui pengamatan cuaca, siswa dapat diajak untuk berpikir, bertanya, dan mencari alasan secara sederhana. Pendekatan pembelajaran ini sejalan dengan SDGs poin 4 yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dan bermakna.
Guru dapat mengajak siswa mengamati kondisi cuaca secara rutin, misalnya dengan mencatat cuaca setiap pagi sebelum pelajaran dimulai. Dari kegiatan sederhana tersebut, siswa dapat diajak membandingkan perubahan cuaca dari hari ke hari. Guru kemudian memancing siswa dengan pertanyaan seperti mengapa hari ini hujan atau apa perbedaan cuaca kemarin dan hari ini. Proses bertanya dan membandingkan ini melatih siswa untuk berpikir kritis sejak dini.
Melalui pembelajaran berbasis cuaca, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga belajar menganalisis dan menyampaikan pendapat. Siswa dilatih untuk menyusun alasan sederhana berdasarkan hasil pengamatan mereka. Kegiatan ini membantu siswa memahami bahwa setiap peristiwa memiliki sebab dan akibat. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga pada proses berpikir.
Pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui pengamatan cuaca juga membantu meningkatkan kepercayaan diri siswa. Siswa merasa pendapat mereka dihargai ketika diberi kesempatan untuk menyampaikan hasil pengamatan. Diskusi sederhana di kelas membuat siswa terbiasa berpikir logis dan berani mengemukakan pendapat. Hal ini penting sebagai bekal dalam proses belajar di jenjang pendidikan selanjutnya.
Dengan memanfaatkan cuaca sebagai sarana pembelajaran, guru dapat menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan siswa. Siswa belajar berpikir kritis melalui pengalaman nyata yang mereka alami setiap hari. Pendekatan ini menunjukkan bahwa lingkungan sekitar dapat menjadi sumber belajar yang efektif dalam mewujudkan pendidikan berkualitas sesuai dengan tujuan SDGs poin 4.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa