Dampak Program Kokurikuler Kewirausahaan terhadap Kemandirian Siswa Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Salah
satu nilai penting yang harus ditanamkan pada peserta didik sejak dini adalah
kemandirian. Anak-anak diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi
juga berani, kreatif, dan mampu membuat
keputusan di dunia
modern. Program kewirausahaan
kokurikuler di sekolah dasar adalah salah satu cara yang efektif untuk
menumbuhkan sikap tersebut. Dengan menggunakan program ini, siswa dapat mempelajari nilai kerja keras, tanggung jawab, dan
inovasi dalam kehidupan nyata.
Dalam
kebanyakan kegiatan, program kokurikuler kewirausahaan dilaksanakan melalui kegiatan seperti bazar sekolah, pembuatan
produk sederhana, menabung, dan simulasi jual
beli. Kegiatan ini
mengajarkan siswa tidak hanya konsep dasar ekonomi, tetapi mereka juga belajar
berpikir kritis dan memecahkan masalah secara mandiri. Misalnya, saat siswa
membuat kerajinan tangan untuk dijual, mereka belajar cara
memilih bahan yang baik, menghitung harga jual, dan bagaimana memasarkan
produk. Pengalaman ini membangun rasa percaya diri dan kemandirian saat membuat keputusan.
Kegiatan
kewirausahaan juga mendorong siswa untuk bekerja sama dengan orang lain. Mereka
belajar berkomunikasi, membagi tugas, dan bertanggung jawab atas pekerjaan yang
mereka lakukan bersama. Proses ini juga menyebabkan pembentukan nilai-nilai
sosial seperti disiplin, kejujuran, dan gotong royong. Oleh karena itu, program
kokurikuler tidak hanya berfokus pada hasil akhir, yaitu keuntungan, tetapi
juga membangun karakter dan keyakinan siswa tentang kemandirian. Sangat penting
bagi guru untuk mengatur kegiatan ini agar sesuai dengan tingkat perkembangan
anak. Guru dapat menanamkan prinsip kewirausahaan dengan cara yang menyenangkan
tanpa membebani siswa. Siswa dapat
belajar secara aktif
dan kontekstual melalui kegiatan proyek kecil atau
permainan simulasi pasar.
Secara keseluruhan,
program kewirausahaan kokurikuler membantu
siswa menjadi lebih
mandiri di sekolah dasar. Anak-anak belajar mengambil tanggung jawab
atas pekerjaan mereka, menjadi berani
mencoba hal baru, dan tidak mudah menyerah. Siswa tidak hanya memperoleh
pengetahuan yang lebih baik dari kegiatan ini, tetapi juga dididik untuk
menjadi individu yang mandiri, inovatif, dan siap menghadapi tantangan di masa
depan.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest