Desain Pembelajaran Nilai Perdamaian Bangun Suasana Kelas yang Harmonis
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Penguatan nilai perdamaian menjadi fokus penting di sekolah dasar
dan diwujudkan melalui desain pembelajaran yang ramah anak. Desain ini berisi
aktivitas yang menumbuhkan empati, kerja sama, dan kemampuan mengelola konflik.
Pendekatan ini mendukung SDGs Perdamaian dan Inklusivitas. Kegiatan ini
menunjukkan bahwa pembelajaran karakter dapat dirancang secara sistematis.
Guru
memulai dengan merancang aktivitas yang memungkinkan siswa mendengar perspektif
teman. Mereka belajar bahwa setiap orang memiliki latar belakang berbeda.
Aktivitas ini memperluas pemahaman tentang keragaman. Kelas menjadi tempat yang
lebih aman bagi semua suara.
Beberapa
aktivitas mengajak siswa bekerja sama dalam kelompok kecil. Mereka
menyelesaikan tugas tanpa bersaing tetapi saling membantu. Guru menjelaskan
bahwa perdamaian terlihat dalam tindakan kecil yang menghargai orang lain.
Anak-anak mulai memahami konsep harmoni.
Dalam
diskusi terbuka, siswa membahas cara terbaik menyelesaikan konflik. Mereka
mempelajari teknik berbicara dengan tenang dan meminta maaf. Guru mengapresiasi
keberanian siswa menyampaikan pendapat. Kemampuan ini penting dalam kehidupan
sosial.
Desain
pembelajaran juga memasukkan elemen seni. Siswa menggambar simbol perdamaian
dan menuliskan kata-kata positif. Visual ini menghiasi kelas sebagai pengingat.
Nilai perdamaian menjadi bagian dari lingkungan belajar.
Lingkungan
kelas terlihat berubah setelah beberapa minggu. Siswa lebih mudah bekerja sama
dan jarang terjadi perselisihan. Pembelajaran karakter menunjukkan dampak
nyata. Guru merasa pendekatan ini efektif.
Nilai
perdamaian akhirnya menjadi identitas kelas tersebut. Dengan pendekatan yang
kreatif dan terencana, siswa belajar menjadi individu yang lebih pengertian.
Pendidikan dasar berhasil menanamkan karakter mulia.
###
Penulis: Sevian Ageng Wahono