Digitalisasi Pendidikan: Kemudahan Akses Layanan dan Ancaman Keamanan Data yang Perlu Diwaspadai
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Digitalisasi pendidikan telah membuka akses layanan pendidikan yang lebih luas dan mudah bagi masyarakat, terutama di daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau oleh layanan pendidikan berkualitas. Melalui platform digital, siswa di daerah terpencil dapat mengakses materi pembelajaran yang sama dengan siswa di kota besar. Orang tua dapat dengan mudah mengikuti perkembangan pendidikan anak mereka tanpa harus datang ke sekolah secara teratur. Guru juga dapat mengakses berbagai sumber daya pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas pengajaran mereka. Kemudahan akses ini dianggap sebagai salah satu kontribusi terbesar dari digitalisasi dalam meningkatkan kesetaraan dan kualitas pendidikan di Indonesia.
Selain akses yang lebih luas, digitalisasi juga membuat layanan pendidikan menjadi lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan pengguna. Siswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja sesuai dengan ritme dan gaya belajar mereka. Sekolah dapat dengan cepat menyesuaikan layanan dan materi pembelajaran sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Informasi penting seperti pengumuman, jadwal, atau darurat dapat disampaikan secara real-time kepada semua pihak terkait. Kemudahan ini membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pendidikan secara keseluruhan.
Namun, di balik kemudahan akses layanan yang ditawarkan, terdapat berbagai ancaman keamanan data yang perlu diperhatikan dengan serius. Setiap kali data pribadi atau akademik siswa, orang tua, atau guru dikumpulkan, disimpan, atau diproses melalui sistem digital, ia menjadi rentan terhadap berbagai jenis ancaman. Peretasan oleh hacker yang bertujuan untuk mencuri data atau merusak sistem, kebocoran data akibat kesalahan konfigurasi sistem atau kelalaian manusia, serta dilindungi data oleh pihak yang tidak berwenang adalah beberapa contoh ancaman yang sering terjadi. Ancaman ini dapat menyebabkan kerugian yang signifikan bagi semua pihak yang terlibat.
Jenis ancaman keamanan data yang dihadapi oleh sekolah digital terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Ancaman baru seperti serangan ransomware yang mengenkripsi data sekolah dan menuntut pembayaran untuk membukanya, atau serangan phishing yang bertujuan untuk mencuri informasi login pengguna, semakin sering terjadi. Selain itu, perkembangan teknologi seperti Internet of Things (IoT) yang digunakan dalam perangkat sekolah seperti kamera keamanan atau sensor lingkungan juga menambah titik kerentanan yang perlu diperhatikan. Ancaman ini tidak hanya mengancam keamanan data tetapi juga dapat mengganggu kelancaran layanan pendidikan yang diberikan oleh sekolah.
Untuk mengantisipasi dan mengatasi ancaman ini, sekolah perlu mengambil langkah-langkah preventif dan memberikan perhatian yang cukup terhadap keamanan data. Hal ini termasuk melakukan audit keamanan secara berkala, mengimplementasikan langkah-langkah keamanan seperti enkripsi data, autentikasi ganda, dan sistem deteksi intrusi, serta memberikan edukasi dan pelatihan kepada semua pengguna sistem tentang cara mengidentifikasi dan menghindari ancaman keamanan. Kerja sama dengan pemerintah, penyedia teknologi, dan komunitas keamanan juga dapat membantu sekolah dalam mengakses informasi dan sumber daya terkini untuk melindungi sistem dan data mereka. Dengan demikian, kemudahan akses layanan pendidikan yang diberikan melalui digitalisasi dapat dinikmati dengan aman dan nyaman.
###
Penulis : Ailsa Widya Imamatuzzadah