Diskusi Lintas Negara: Integrasi WA Web dan Google Translate dalam Proyek Sahabat Pena Digital
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Di era konektivitas global, batas-batas
geografis semakin kabur, memberikan peluang emas bagi dunia pendidikan untuk
memperluas cakrawala siswa. Integrasi antara WA Web (WhatsApp Web) dan Google
Translate memungkinkan guru SD untuk memfasilitasi proyek “Sahabat Pena Digital”
antarnegara dengan mudah dan murah. Melalui WA Web, pertukaran pesan, foto
kegiatan sekolah, dan video perkenalan budaya dapat dilakukan secara instan di
layar komputer kelas, sementara Google Translate berperan sebagai juru bahasa
yang membantu siswa memahami dan membalas pesan dari teman-teman baru mereka di
luar negeri. Ini adalah bentuk nyata implementasi SDGs tujuan ke-4 (Pendidikan
Berkualitas) dan ke-17 (Kemitraan Global).
Proses pembelajaran ini berlangsung sangat interaktif. Guru
menampilkan tampilan WA Web melalui proyektor, sehingga seluruh siswa di kelas
dapat membaca pesan yang masuk dari sekolah mitra di luar negeri. Kemudian,
siswa secara kolektif menggunakan Google Translate untuk menerjemahkan pesan
tersebut ke Bahasa Indonesia. Mereka lalu berdiskusi untuk menyusun balasan,
menerjemahkannya kembali ke bahasa tujuan, dan mengirimkannya. Aktivitas ini
melatih keterampilan kolaborasi, negosiasi makna, dan penyusunan kalimat. Siswa
belajar bahwa komunikasi yang efektif membutuhkan kejelasan dan pemilihan kata
yang tepat, terutama saat berbicara dengan orang dari latar belakang budaya
berbeda.
Kombinasi dua teknologi ini juga mengajarkan literasi
digital tingkat lanjut. Siswa belajar tentang fitur-fitur komunikasi digital
dan cara kerja mesin penerjemah. Guru dapat menunjukkan bahwa hasil terjemahan Google
Translate terkadang perlu diperbaiki agar lebih sopan atau sesuai konteks,
mengajarkan nuansa bahasa yang tidak selalu bisa ditangkap oleh mesin. Selain
itu, penggunaan WA Web di bawah pengawasan guru memastikan interaksi berjalan
aman dan terarah, melindungi siswa dari risiko keamanan siber sambil tetap
memberikan pengalaman berinteraksi dengan dunia luar.
Proyek ini sangat efektif untuk meningkatkan motivasi
belajar bahasa asing dan rasa percaya diri siswa. Mengetahui bahwa pesan mereka
dibaca dan dibalas oleh teman nyata di negara lain memberikan kepuasan batin
yang tidak bisa didapat dari sekadar mengerjakan soal latihan di buku. Siswa
menjadi lebih antusias untuk belajar kosakata baru dan memperbaiki tata bahasa
mereka agar komunikasi berjalan lancar. Selain itu, pertukaran foto budaya
melalui WA Web seperti foto makanan tradisional atau pakaian adat memperkaya
wawasan multikultural siswa secara visual dan nyata.
Pada intinya, sinergi antara WA Web dan Google Translate
membuka pintu kelas lebar-lebar menuju dunia internasional. Inovasi sederhana
ini mentransformasi pembelajaran konvensional menjadi pengalaman global yang
mendebarkan. Siswa SD tidak hanya belajar tentang dunia dari peta buta, tetapi
berinteraksi langsung dengan penghuninya, menumbuhkan semangat toleransi,
persahabatan, dan keterbukaan pikiran yang menjadi modal utama warga dunia di
masa depan.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia