Doa Buka Puasa Rajab Dikenalkan sebagai Literasi Keagamaan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Doa buka puasa Rajab yang sedang tren di media sosial turut dimanfaatkan guru sebagai bagian dari literasi keagamaan di sekolah dasar. Fenomena ini dijadikan pintu masuk untuk mengaitkan praktik ibadah yang dikenal di masyarakat dengan materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas. Guru menjelaskan bahwa puasa Rajab termasuk puasa sunnah, berbeda dengan puasa wajib Ramadan, menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami siswa.
Melalui pembelajaran ini, siswa dikenalkan makna bulan Rajab sebagai salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah. Guru menyampaikan bahwa bulan Rajab memiliki nilai sejarah dan spiritual dalam Islam, tanpa membebani siswa dengan konsep yang terlalu abstrak. Pendekatan ini membantu memperluas wawasan keislaman siswa secara bertahap sesuai tahap perkembangan mereka.
Kegiatan pengenalan doa buka puasa Rajab juga dikaitkan dengan penguatan moderasi beragama. Anak diajak memahami bahwa praktik ibadah sunnah bersifat pilihan dan tidak semua orang melaksanakannya. Dengan demikian, siswa belajar menghargai perbedaan kebiasaan beribadah, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar.
Dalam pembelajaran PAI, guru dapat mengemas materi ini melalui diskusi ringan, cerita, atau tanya jawab sederhana. Anak diberikan ruang untuk bertanya dan berbagi pengalaman tanpa merasa benar atau salah. Hal ini menumbuhkan sikap terbuka dan saling menghormati sejak usia dini.
Pendekatan kontekstual seperti ini membuat pembelajaran agama menjadi lebih bermakna dan relevan dengan fenomena sosial yang sedang berkembang. Sekolah tidak hanya mengajarkan ajaran agama secara teoritis, tetapi juga membimbing siswa memahami praktik keagamaan yang ada di masyarakat dengan sikap bijak, toleran, dan berakhlak baik.
# # #
Penulis: Nabila Mutiara Febriyanti