Doa Buka Puasa Rajab Menumbuhkan Nilai Kebersamaan di Lingkungan Pendidikan Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,Surabaya — Doa buka puasa Rajab dapat dimaknai sebagai sarana menumbuhkan nilai kebersamaan dan empati pada siswa sekolah dasar. Kebersamaan merupakan fondasi penting dalam pendidikan karakter karena membantu anak belajar hidup berdampingan, saling menghargai, dan peduli terhadap orang lain. Melalui pembiasaan membaca Doa Buka Puasa Rajab, siswa tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga belajar tentang makna berbagi dan kebersamaan.
Dalam praktiknya, momen berbuka puasa sering dilakukan bersama keluarga, teman, atau lingkungan sekitar. Anak-anak belajar menunggu waktu berbuka secara bersama-sama dan merasakan kebahagiaan yang muncul ketika kegiatan dilakukan secara kolektif. Pengalaman ini menanamkan pemahaman bahwa kebahagiaan tidak selalu bersifat individual, melainkan dapat tumbuh melalui kebersamaan dengan orang lain.
Di lingkungan sekolah dasar, guru dapat memanfaatkan nilai kebersamaan ini sebagai bahan penguatan karakter. Misalnya, guru mengaitkan makna puasa Rajab dengan kegiatan berbagi sederhana, seperti saling membantu teman, bekerja kelompok, atau berbagi cerita tentang pengalaman berpuasa. Dengan cara ini, pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan siswa.
Nilai empati juga tumbuh ketika siswa memahami bahwa tidak semua orang dapat berbuka dengan kondisi yang sama. Anak belajar menghargai perbedaan dan menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama. Pendidikan empati ini penting untuk membentuk iklim kelas yang positif, aman, dan saling mendukung, sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan lebih nyaman.
Jika dikaitkan dengan SDGs poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, penanaman nilai kebersamaan melalui doa buka puasa Rajab mendukung pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada pembentukan karakter. Pendidikan dasar tidak hanya berfungsi mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk siswa menjadi individu yang peduli, mampu bekerja sama, dan memiliki kepekaan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa