Doa Buka Puasa Rajab sebagai Sarana Menumbuhkan Sikap Sabar pada Anak
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya— Kesabaran merupakan salah satu karakter penting yang perlu dilatih sejak usia sekolah dasar. Anak-anak berada pada fase perkembangan emosional yang masih labil, sehingga membutuhkan pembiasaan yang konsisten untuk mengelola emosi dan keinginan. Dalam konteks pendidikan karakter, praktik keagamaan seperti Doa Buka Puasa Rajab dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran yang bermakna untuk menanamkan nilai kesabaran sejak dini.
Proses menunggu waktu berbuka puasa mengajarkan anak untuk menahan lapar, haus, serta keinginan pribadi dalam kurun waktu tertentu. Ketika anak diajak membaca doa buka puasa Rajab, mereka belajar bahwa setiap kesabaran akan berakhir pada kebaikan. Pembiasaan ini melatih anak untuk memahami bahwa tidak semua keinginan dapat langsung dipenuhi dan ada waktu yang tepat untuk memperoleh sesuatu.
Dalam lingkungan pendidikan dasar, guru dapat memanfaatkan momen puasa Rajab sebagai media pembelajaran karakter melalui kegiatan refleksi sederhana, diskusi ringan, atau cerita inspiratif. Anak dapat diajak untuk menceritakan pengalaman mereka selama menunggu waktu berbuka, bagaimana perasaan yang muncul, serta cara mereka mengendalikan diri. Kegiatan ini membantu anak mengenali emosinya sekaligus melatih kemampuan pengendalian diri secara bertahap.
Peran keluarga juga sangat penting dalam memperkuat pembelajaran kesabaran melalui doa buka puasa Rajab. Ketika orang tua memberikan contoh sikap sabar dan membimbing anak membaca doa dengan penuh makna, nilai tersebut akan lebih mudah tertanam. Konsistensi antara pembiasaan di rumah dan di sekolah menjadikan pendidikan karakter tidak hanya bersifat teoritis, tetapi benar-benar dialami oleh anak dalam kehidupan sehari-hari.
Jika dikaitkan dengan SDGs poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, penanaman karakter sabar melalui praktik keagamaan mendukung terciptanya pendidikan yang holistik, tidak hanya berfokus pada aspek kognitif tetapi juga pada pengembangan moral dan emosional peserta didik. Dengan memiliki sikap sabar, anak akan lebih siap menghadapi tantangan belajar, bersikap toleran, dan berkembang menjadi pribadi yang berkarakter positif di masa depan.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa