Doa Buka Puasa sebagai Sarana Pembentukan Disiplin Siswa SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Tren pencarian doa buka puasa yang meningkat di berbagai platform digital menunjukkan bahwa masyarakat semakin memberi perhatian pada nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan kesadaran spiritual individu, tetapi juga memperlihatkan bagaimana ruang digital menjadi sarana penyebaran nilai keagamaan yang mudah diakses oleh semua kalangan, termasuk anak-anak usia sekolah dasar. Kondisi ini menjadi peluang bagi dunia pendidikan untuk memanfaatkan tren tersebut sebagai bagian dari pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata siswa.
Dalam konteks pendidikan dasar, doa buka puasa dapat dijadikan media pembelajaran karakter, khususnya dalam menanamkan nilai disiplin dan pengendalian diri. Guru dapat mengaitkan praktik menunggu waktu berbuka puasa dengan kebiasaan menaati aturan kelas, mengelola waktu belajar, serta menumbuhkan sikap sabar dalam keseharian siswa. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami doa sebagai bacaan religius, tetapi juga sebagai simbol nilai yang dapat diterapkan dalam perilaku sosial.
Penerapan nilai disiplin melalui doa buka puasa dapat dilakukan melalui kegiatan refleksi sederhana, diskusi ringan, maupun cerita kontekstual yang sesuai dengan tahap perkembangan siswa sekolah dasar. Guru dapat mengajak siswa berdialog tentang pengalaman menahan diri, menunggu giliran, dan mematuhi aturan, sehingga nilai disiplin tidak diajarkan secara abstrak, melainkan melalui contoh konkret yang dekat dengan kehidupan mereka. Pendekatan ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami oleh siswa.
Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, praktik pembelajaran ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai moral yang menjadi fondasi perilaku siswa di masa depan. Penanaman nilai disiplin sejak dini akan berkontribusi pada terciptanya generasi yang bertanggung jawab dan beretika.
Dengan pemanfaatan yang tepat dan kontekstual, doa buka puasa dapat menjadi sarana pembelajaran karakter yang efektif di sekolah dasar. Integrasi nilai religius ke dalam pembelajaran sehari-hari membantu sekolah menghadirkan pendidikan yang holistik, menghubungkan aspek spiritual, sosial, dan pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa tren digital yang berkembang di masyarakat dapat diolah secara positif untuk mendukung tujuan pendidikan dasar dan pembangunan berkelanjutan.
# # #
Penulis: Nabila Mutiara Febriyanti