Dokumentasi Prestasi Kelas: Canva Bantu Siswa SD Buat Portofolio Digital Hasil Belajarnya
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Memberikan apresiasi atas usaha belajar setiap anak merupakan esensi dari SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas yang inklusif dan memotivasi. Di tingkat pendidikan dasar, guru kini mulai mengenalkan penggunaan aplikasi Canva untuk membantu siswa menyusun portofolio digital sederhana yang berisi foto hasil prakarya, nilai ujian yang memuaskan, atau sertifikat kegiatan ekstrakurikuler mereka. Aktivitas ini sangat realistis untuk melatih siswa kelas atas dalam mendokumentasikan pencapaian mereka secara rapi dan estetis. Dengan memilih template portofolio yang menarik, siswa diajak untuk melihat kembali kemajuan belajar mereka selama satu semester, yang secara psikologis sangat efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi untuk belajar lebih giat lagi.
Dalam bimbingan di kelas, guru mengajarkan cara memasukkan foto hasil karya manual ke dalam bingkai digital di Canva dan menambahkan catatan singkat tentang perasaan mereka saat membuat karya tersebut. Siswa belajar bahwa setiap proses belajar memiliki nilai yang berharga dan patut untuk disimpan sebagai kenang-kenangan digital yang indah. Guru juga menekankan pentingnya kejujuran dalam mengisi portofolio, di mana setiap pencapaian yang dimasukkan harus benar-benar hasil usaha sendiri. Keterampilan menyusun informasi secara visual ini tidak hanya melatih kreativitas siswa, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan presentasi diri yang sangat dibutuhkan di masa depan sebagai bagian dari kecakapan abad ke-21 yang harus dimiliki sejak dini.
Portofolio digital ini kemudian bisa dibagikan kepada orang tua melalui link atau cetakan sederhana saat pembagian rapor, sehingga orang tua bisa melihat perkembangan anak mereka secara komprehensif melampaui sekadar angka-angka di buku laporan. Penggunaan Canva membuat kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua menjadi lebih berwarna dan informatif. Orang tua mendapatkan gambaran nyata tentang minat dan bakat anak mereka melalui dokumentasi yang tersusun rapi. Hal ini menciptakan hubungan yang lebih positif antara rumah dan sekolah, di mana setiap kemajuan kecil anak dirayakan bersama. Teknologi dalam hal ini berfungsi sebagai pengikat hubungan sosial dan sarana untuk menghargai setiap tetes keringat perjuangan siswa dalam menuntut ilmu di sekolah dasar.
Selain itu, proyek portofolio ini melatih siswa dalam manajemen file dan etika penggunaan gambar di internet. Guru menjelaskan bahwa foto-foto yang digunakan harus sopan dan mewakili identitas diri yang baik sebagai pelajar. Ini adalah bagian dari pendidikan etika digital yang mengajarkan siswa untuk menjaga reputasi mereka sejak dini di dunia maya. Siswa belajar bahwa apa yang mereka unggah atau simpan secara digital mencerminkan siapa diri mereka sebenarnya. Dengan bimbingan yang tepat, Canva menjadi studio kreatif yang aman bagi anak-anak untuk mengeksplorasi potensi diri mereka tanpa rasa takut salah. Pendidikan dasar yang memberikan ruang bagi apresiasi diri secara digital ini terbukti mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif, inspiratif, dan menghargai keberagaman bakat setiap anak.
Secara keseluruhan, pemanfaatan Canva untuk pembuatan portofolio digital di SD merupakan inovasi yang sangat mendukung tercapainya pendidikan yang memanusiakan manusia. Sekolah memberikan alat bagi siswa untuk mengenali kekuatan diri mereka sendiri melalui media yang modern dan menyenangkan. Siswa yang terbiasa melihat kemajuan dirinya secara visual akan lebih mudah menetapkan target belajar di masa depan. Langkah ini merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang memiliki harga diri yang kuat, kreatif, dan melek teknologi, yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang menghargai setiap potensi individu di muka bumi.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia