Duta Persahabatan Digital: Merancang Kartu Pos Multibahasa dengan Canva dan Google Translate
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Mendorong kerjasama internasional dan kemitraan global (SDG 17) sejak usia dini merupakan target penting dalam pendidikan dasar, yang dapat diwujudkan melalui proyek pertukaran persahabatan (pen-pal exchange) digital antar sekolah di berbagai negara. Dalam proyek ini, siswa SD menggunakan Canva untuk mendesain kartu pos digital yang memuat informasi tentang budaya, makanan, atau lingkungan lokal mereka, kemudian memanfaatkan Google Translate untuk menerjemahkan deskripsi dan pesan persahabatan tersebut ke dalam bahasa mitra sekolah mereka. Ini adalah cara praktis untuk melatih mata pelajaran Seni Budaya (SBdP) dan meningkatkan literasi bahasa asing.
Langkah pertama, yang berfokus pada SBdP, adalah proses desain kartu pos di Canva. Siswa ditantang untuk membuat tata letak yang mencerminkan kekhasan daerah mereka, seperti batik, tarian tradisional, atau ikon wisata alam. Mereka memilih palet warna yang cerah, menyusun foto-foto yang memiliki resolusi tinggi, dan menyisipkan elemen grafis yang menunjukkan identitas budaya mereka. Keterampilan desain visual ini melatih apresiasi estetika siswa dan kemampuan mereka dalam mengemas informasi budaya secara menarik, mengubahnya dari fakta kaku menjadi representasi visual yang memikat bagi teman-teman internasional.
Setelah desain di Canva selesai, siswa beralih ke tahap Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (atau bahasa mitra lain) dengan menggunakan Google Translate. Siswa menulis deskripsi dalam Bahasa Indonesia yang informatif, seperti resep makanan khas atau penjelasan mengenai upacara adat, kemudian menggunakan fitur translate untuk mendapatkan terjemahan ke dalam bahasa target. Tantangannya adalah memperbaiki hasil terjemahan mesin yang seringkali kurang luwes atau tidak tepat konteks. Proses koreksi terjemahan ini sangat krusial untuk melatih pemahaman tata bahasa dan kosakata siswa secara mendalam, karena mereka harus membandingkan struktur kalimat dalam dua bahasa yang berbeda.
Proyek ini secara nyata menanamkan nilai-nilai toleransi dan pemahaman lintas budaya. Ketika siswa menerima balasan kartu pos digital dari mitra mereka—yang diterjemahkan kembali ke Bahasa Indonesia menggunakan Google Translate—mereka mendapatkan perspektif langsung tentang cara hidup anak-anak di negara lain, menyadari adanya kesamaan dan perbedaan budaya. Hal ini membantu mematahkan stereotip dan membangun fondasi persahabatan global, sejalan dengan semangat SDG 17 tentang kemitraan yang inklusif.
Pada akhirnya, integrasi Canva dan Google Translate menciptakan pengalaman belajar yang holistik. Siswa tidak hanya mahir mendesain dan menerjemahkan, tetapi juga menjadi duta budaya cilik yang mampu mengkomunikasikan kekayaan Indonesia ke dunia. Ini adalah bentuk nyata dari pendidikan dasar yang berorientasi global, memanfaatkan teknologi sebagai jembatan untuk membangun pemahaman dan perdamaian antarbangsa.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia