Efektivitas Kegiatan Kokurikuler Berbasis Budaya Lokal dalam Pembelajaran IPS
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memainkan peran penting dalam
pembentukan kepribadian, kesadaran sosial, dan kebangsaan siswa. Pembelajaran
IPS tidak hanya berfokus pada teori; itu juga memperkuat prinsip sosial dan
budaya masyarakat. Kegiatan kokurikulum yang berbasis budaya lokal adalah cara
yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Kegiatan ini berfungsi untuk
menghubungkan pembelajaran di kelas dengan kehidupan nyata siswa di lingkungan
mereka.
Kegiatan
kokurikuler yang berbasis budaya lokal membantu siswa mengenal, memahami, dan
melestarikan kearifan lokal melalui aktivitas nyata. Misalnya, siswa diajak
mengunjungi tempat bersejarah di wilayah mereka, berpartisipasi dalam acara
gotong royong, membuat kerajinan tradisional, atau mempelajari tradisi lisan,
seperti pantun dan tembang daerah. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya
memperoleh pemahaman tentang konsep sosial dan budaya, tetapi
mereka juga belajar tentang prinsip-prinsip kebersamaan, kerja sama, dan rasa bangga
terhadap identitas daerah
mereka sendiri.
Kegiatan ini
terbukti efektif dan mampu meningkatkan keinginan siswa untuk belajar. Karena
siswa melihat bagaimana materi IPS diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,
pembelajaran menjadi lebih bermakna. Selain
itu, keterlibatan siswa
dalam kegiatan budaya
membantu mereka mengembangkan
sikap sosial yang baik, seperti sikap toleran, empati, dan tanggung jawab
terhadap lingkungan sosial mereka. Selain itu, guru dapat mengaitkan
nilai-nilai budaya lokal dengan kompetensi dasar IPS, seperti memahami
keragaman sosial, sejarah, dan ekonomi masyarakat Indonesia.
Penguatan profil
Pelajar Pancasila juga didukung oleh kegiatan kokurikuler yang berbasis budaya lokal. Kegiatan ini mengajarkan
siswa bagaimana menjadi orang yang beriman, berkebinekaan global, mandiri, kreatif,
dan kritis. Contohnya, ketika siswa belajar
tentang sistem ekonomi pasar
lokal yang tradisional, mereka tidak hanya belajar tentang istilah penawaran
dan permintaan, tetapi juga belajar tentang etika sosial dan kejujuran dalam
berdagang.
Oleh karena itu, kegiatan kokurikuler berbasis budaya lokal adalah inovasi yang efektif dalam pembelajaran IPS. Kegiatan ini memperkaya pengalaman belajar siswa dan membantu melestarikan budaya lokal dan membentuk karakter bangsa. Sekolah dan guru harus terus mengembangkan kegiatan seperti ini agar pembelajaran IPS semakin relevan, menyenangkan, dan bermakna bagi generasi muda Indonesia.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest