Ekonomi Sirkular Sekolah: Pasar Barter Barang Bekas via WhatsApp Web
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Mengajarkan nilai sebuah barang dan mengurangi perilaku konsumtif sejak dini (SDG 12) dapat dilakukan dengan cara yang modern, seru, dan menyenangkan melalui program "Pasar Barter Digital". Dalam program ini, sekolah memanfaatkan teknologi WhatsApp Web untuk mengelola grup komunitas khusus di mana siswa, dengan bantuan dan pengawasan orang tua, dapat menukar buku cerita, mainan, alat tulis, atau seragam layak pakai yang sudah tidak mereka butuhkan dengan barang milik teman lain. WA Web sangat memudahkan guru atau admin sekolah untuk memoderasi foto-foto barang dan deskripsi kondisi yang diunggah dari komputer, memastikan proses transaksi berjalan aman, tertib, dan sesuai aturan sekolah.
Mekanisme pelaksanaannya dibuat sederhana namun edukatif: siswa memotret barang pribadi yang ingin ditukar, lalu guru mengunggahnya ke dalam fitur katalog atau album di grup melalui WhatsApp Web. Siswa lain kemudian dapat melihat katalog digital tersebut di rumah bersama orang tua mereka dan mengajukan tawaran barter jika berminat. Transaksi pertukaran fisik barang baru dilakukan di sekolah pada hari tertentu yang telah disepakati (misalnya Jumat Barter). Penggunaan platform digital ini membuat jangkauan pasar menjadi lebih luas, memberi waktu berpikir yang cukup bagi siswa, dan membuat proses tawar-menawar menjadi lebih transparan serta terdokumentasi dengan baik dibandingkan pasar kaget fisik konvensional.
Kegiatan barter ini secara efektif mengajarkan literasi finansial mendasar tanpa melibatkan uang tunai. Siswa belajar menilai "nilai guna" dan "nilai tukar" sebuah barang secara subjektif dan objektif. Mereka dihadapkan pada pertanyaan kritis: Apakah sebuah buku komik langka setara nilainya dengan sebuah mobil mainan elektronik? Proses negosiasi yang terjadi melatih keterampilan komunikasi, persuasi, dan pengambilan keputusan ekonomi. Selain itu, mereka belajar mempraktikkan konsep reuse (guna ulang) secara nyata, yang berfungsi memperpanjang usia pakai barang dan mengurangi volume sampah yang masuk ke lingkungan.
Peran teknologi WhatsApp Web sangat krusial dalam manajemen inventaris visual pasar barter ini. Guru dapat dengan mudah menyeret dan melepas (drag and drop) foto-foto barang ke dalam folder arsip di komputer, atau membuat pengumuman broadcast tentang aturan main barter dan jadwal penukaran. Efisiensi pengelolaan digital ini menjadikan program pasar barter dapat dijalankan secara berkelanjutan dan rutin tanpa membebani administrasi sekolah secara berlebihan, karena semua data tersentralisasi dan mudah diakses.
Inisiatif kreatif ini membuktikan bahwa teknologi komunikasi sehari-hari yang sering kita gunakan dapat diubah fungsinya menjadi alat pendidikan ekonomi dan lingkungan yang sangat powerful. Siswa tumbuh dengan pola pikir baru bahwa kebahagiaan memiliki barang baru tidak harus selalu dicapai dengan membeli dan mengeluarkan uang, tetapi bisa didapat lewat berbagi, bertukar, dan memanfaatkan kembali apa yang sudah ada di komunitas mereka.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia