Eksplorasi Konsep Matematika Sekolah Dasar dalam Tari Kreasi
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pada zaman ketika pendidikan menuntut integrasi antar disiplin dan pengalaman belajar yang bermakna, penelitian ini menghadirkan inovasi menarik dengan memadukan seni tari dan matematika. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana tiga tarian kreasi, yakni tari Gembira, Bungong Jeumpa, dan Dindin Badindin, menyimpan konsep-konsep matematika yang relevan bagi siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa seni tari sering dianggap terpisah dari matematika, padahal gerakan, pola lantai, dan ritme dapat menjadi konteks pembelajaran yang bermakna. Dengan memadukan tari dalam pembelajaran, peneliti berharap matematika terasa lebih hidup dan dekat dengan pengalaman siswa. Pendekatan seperti ini menegaskan pentingnya pembelajaran kontekstual di sekolah dasar.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan multi-paradigma yang menggabungkan perspektif postmodernisme, interpretivisme, dan criticalism. Teknik pengumpulan data meliputi writing as inquiry, auto-ethnography kritis, wawancara postmodern, observasi, serta matriks analisis. Subjek penelitian mencakup siswa peserta ekstrakurikuler tari, guru, dan pelaku tari kreasi yang memahami struktur tari. Peneliti menelusuri bagaimana gerak, pola lantai, ritme, dan struktur tari dapat mengungkap konsep seperti bilangan, pola, sudut, garis, dan bangun datar. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman yang mendalam terkait bagaimana siswa mengalami matematika secara nyata dalam kegiatan seni.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga tarian tersebut mengandung banyak konsep matematika yang dapat dijadikan sumber belajar. Pola langkah dan hitungan dalam tari memperlihatkan bilangan dan pola bilangan, sedangkan formasi penari membentuk sudut, garis, dan bangun datar. Selain itu, pola lantai dalam tari sering kali menyerupai pola geometris yang dapat digunakan untuk mengajarkan konsep geometri ke siswa. Guru dan siswa mengakui bahwa temuan ini mudah diterapkan dalam pembelajaran karena menyajikan matematika secara lebih konkret. Dengan demikian, seni tari dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Penelitian juga menunjukkan bahwa saat menari, siswa tanpa sadar melakukan aktivitas matematis seperti menghitung ritme, mengatur langkah sesuai pola, dan menyusun formasi. Guru mencatat bahwa siswa menjadi lebih antusias dan aktif ketika pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman menari yang mereka sukai. Selain itu, penggunaan seni sebagai konteks belajar membantu membangun number sense dan pemahaman geometri secara natural. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang relevan dengan kehidupan dan pengalaman siswa mampu meningkatkan motivasi serta partisipasi mereka. Tarian menjadi jembatan yang efektif antara konsep abstrak dan pengalaman konkret.
Integrasi matematika dengan seni tari juga dipandang sebagai bagian dari pendekatan STEAM yang menggabungkan seni dalam pembelajaran sains dan matematika. Penelitian menegaskan bahwa budaya lokal dalam bentuk tari kreasi memberi makna lebih kuat dalam proses belajar karena siswa merasa dekat dengan konteks tersebut. Dengan mengaitkan matematika dengan budaya, siswa dapat memahami bahwa matematika bukan hanya teori dalam buku, tetapi juga hadir dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi ini membuka perspektif baru bahwa pembelajaran tidak harus terkotak-kotak sesuai mata pelajaran, tetapi bisa saling menguatkan. Pendekatan ini mendukung pembelajaran yang inklusif dan berorientasi pada pengalaman.
Secara keseluruhan, penelitian ini merekomendasikan agar guru sekolah dasar mempertimbangkan seni tari sebagai sumber belajar matematika yang menyenangkan. Tarian sangat potensial digunakan untuk mengajarkan konsep bilangan, pola bilangan, bangun datar, sudut, nilai tempat, dan pengukuran. Melalui tarian, siswa diajak berpikir, bergerak, dan bereksperimen sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Guru diharapkan kreatif dalam mengintegrasikan konteks budaya ke dalam pembelajaran matematika agar siswa lebih mudah memahami konsep-konsep abstrak. Integrasi seni dan matematika ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan pembelajaran inovatif di sekolah dasar.
Maritaria, T., & Mariana, N. (2019). Eksplorasi konsep matematika sekolah dasar dalam tari kreasi. JPGSD, 7(03), 3029-3039.