Era Instan Mengubah Pola Belajar: Generasi Z Harus Siap Hadapi Tantangan Baru
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Era instan yang kita jalani saat ini telah mengubah pola belajar secara drastis, terutama di kalangan generasi Z. Dari cara mereka mengakses informasi, hingga cara mereka memproses dan mengaplikasikan pengetahuan, segala sesuatu telah berubah seiring dengan kemajuan teknologi dan berkembangnya budaya cepat saji.
Pola belajar yang dulunya berfokus pada pembacaan buku tebal, melakukan penelitian di perpustakaan, dan mengerjakan tugas dengan cara tradisional, kini telah digantikan dengan akses ke ribuan sumber belajar online, video pembelajaran singkat, dan aplikasi yang dapat membantu menyelesaikan tugas dengan lebih cepat. Di Surabaya, banyak siswa generasi Z mengaku lebih suka menggunakan platform digital untuk belajar, karena mereka merasa lebih efisien dan menyenangkan.
Namun, perubahan pola belajar ini juga membawa tantangan baru bagi generasi Z. Mereka harus belajar untuk memfilter informasi yang benar dan berguna dari banyaknya konten yang tersedia secara instan. Banyak dari mereka seringkali terjebak dalam konten yang tidak relevan atau bahkan salah, karena mereka tidak memiliki keterampilan untuk mengevaluasi sumber informasi dengan baik. Selain itu, pola belajar yang terbiasa dengan hasil instan membuat mereka sulit untuk mengembangkan kemampuan untuk berpikir secara mendalam dan analitis.
Generasi Z juga harus siap menghadapi kenyataan bahwa dunia kerja tidak selalu memberikan hasil instan. Mereka akan dihadapkan pada proyek-proyek yang membutuhkan waktu dan usaha besar, tantangan yang tidak dapat diselesaikan dengan satu klik, dan kebutuhan untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan sepanjang karir mereka. Kemampuan untuk beradaptasi dengan tuntutan ini akan menjadi kunci kesuksesan mereka di masa depan.
Untuk menghadapi tantangan baru ini, generasi Z perlu diajak untuk menemukan keseimbangan antara memanfaatkan kemudahan era instan dan mengembangkan ketekunan serta disiplin belajar yang kuat. Mereka perlu diajarkan cara untuk menggunakan teknologi sebagai alat bantu yang efektif, bukan sebagai pengganti usaha dan kerja keras. Dengan demikian, mereka dapat memanfaatkan keuntungan dari era instan sambil tetap siap menghadapi segala tantangan yang ada di depan mereka.
###
Penulis: Ailsa Widya Imamatuzzadah