Etika di Dunia Maya: Siswa SD Juga Bisa Jadi Penulis Hebat
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Menghargai
karya orang lain bukan hanya menjadi tugas eksklusif bagi orang dewasa,
melainkan juga merupakan tanggung jawab moral bagi setiap siswa sekolah dasar
yang saat ini sudah mulai aktif berinteraksi di dunia digital. Melalui sebuah
workshop literasi digital yang diadakan di Banjarmasin, para siswa diajarkan
sebuah nilai penting bahwa setiap gambar, video, atau teks yang mereka temukan
di internet memiliki pemilik sah yang harus dihormati hak intelektualnya.
Dengan menanamkan nilai-nilai etika ini sejak dini, diharapkan para siswa tidak
lagi sembarangan mengambil atau membagikan konten milik orang lain tanpa izin
demi kepentingan tugas sekolah atau media sosial pribadi mereka.
Integritas digital adalah
bentuk nyata dari penerapan kejujuran di masa kini, di mana tantangan untuk
menjadi orisinal semakin berat akibat kemudahan akses terhadap miliaran
informasi di seluruh dunia hanya dalam satu genggaman. Menjadi seorang penulis
yang hebat tidak selalu berarti kita harus mengetahui segalanya secara
sempurna, melainkan berani untuk jujur dengan apa yang benar-benar kita ketahui
dan apa yang belum kita pahami sepenuhnya. Dengan senantiasa menghargai
orisinalitas, kita sebenarnya sedang berkontribusi dalam menciptakan lingkungan
sekolah dan dunia maya yang sehat, suportif, dan penuh dengan rasa saling
menghargai.
Dalam workshop tersebut,
para siswa juga dilatih untuk melihat potensi diri mereka sebagai pencipta
konten yang orisinal, bukan sekadar sebagai konsumen yang hanya bisa menikmati
dan meniru karya orang lain secara pasif. Mereka diajarkan bahwa ide-ide sederhana
dari kehidupan sehari-hari bisa menjadi sebuah tulisan atau karya yang hebat
jika disampaikan dengan cara yang jujur dan memiliki ciri khas yang kuat.
Kesadaran akan etika di dunia maya ini akan membuat siswa lebih bijak dalam
menggunakan teknologi untuk hal-hal yang positif dan membangun karakter mereka
menjadi individu yang lebih bermartabat dan memiliki integritas yang tinggi.
Mari kita jaga jari-jari
kita agar selalu mengetikkan hal-hal yang benar, jujur, dan orisinal, karena
itulah identitas asli dari seorang pelajar yang berintegritas dan siap menjadi
agen perubahan di masa depan. Menghargai karya orang lain adalah tanda bahwa
kita memiliki kualitas hati yang mulia dan menghargai keberagaman pemikiran
yang ada di sekitar kita, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Jangan
pernah merasa bahwa tindakan kecilmu dalam mencantumkan sumber atau menulis
sendiri tugasmu tidak berarti apa-apa, karena itulah yang sebenarnya akan
membentuk duniamu menjadi lebih baik.
Etika di dunia maya juga
mencakup cara kita memberikan komentar dan berinteraksi dengan karya orang lain
secara sopan dan tidak menjatuhkan kreativitas mereka dengan cara yang kasar
atau tidak adil. Dengan membangun budaya saling menghargai orisinalitas, kita
sedang menciptakan sebuah komunitas belajar yang saling menginspirasi satu sama
lain untuk terus menghasilkan karya-karya terbaik tanpa rasa takut akan
pencurian ide. Siswa SD di Banjarmasin kini mulai bangga menyebut diri mereka
sebagai "Penulis Jujur" yang selalu mengedepankan keaslian dalam
setiap lembar tugas yang mereka kumpulkan kepada bapak dan ibu guru di sekolah.
Seorang penulis hebat
adalah mereka yang mampu mempertahankan suaranya sendiri di tengah keramaian
dan tetap teguh memegang prinsip kejujuran meskipun orang lain mungkin memilih
jalan yang lebih mudah namun tidak jujur. Mari kita tunjukkan bahwa meskipun
kita masih duduk di bangku sekolah dasar, kita sudah memiliki pemahaman yang
matang tentang pentingnya etika dan integritas dalam berkarya di era digital
yang serba terbuka ini. Masa depan literasi bangsa ada di tangan kalian, para
generasi muda yang tidak pernah lelah untuk belajar, berkarya secara orisinal,
dan selalu menghargai setiap tetes kreativitas orang lain.
Sebagai penutup,
jadikanlah dunia maya sebagai panggung bagi kreativitasmu yang jujur, bukan
sebagai gudang untuk menyalin karya orang lain demi kepentingan sesaat yang
tidak mendidik. Teruslah belajar untuk menjadi penulis yang beretika, hargailah
orisinalitas sebagai nilai utama dalam kehidupanmu, dan banggalah dengan setiap
pencapaian yang kamu raih secara mandiri dan jujur. Dengan integritas di ujung
jari, kamu sudah membuktikan bahwa siswa SD pun bisa menjadi sosok yang hebat,
dihormati, dan memberikan inspirasi bagi banyak orang melalui kejujuran dalam
berkarya.
###
Penulis: Nur Santika
Rokhmah