Faktor Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Motivasi belajar
merupakan salah satu kunci utama keberhasilan siswa dalam proses pendidikan,
terutama di jenjang Sekolah Dasar (SD) yang menjadi pondasi pembentukan
karakter dan pengetahuan dasar. Namun, realitanya banyak siswa SD yang menunjukkan
motivasi belajar rendah. Hal ini tampak dari sikap malas mengerjakan tugas,
kurang antusias mengikuti pelajaran, hingga prestasi belajar yang menurun.
Rendahnya motivasi belajar ini tidak terjadi begitu saja, melainkan dipengaruhi
oleh berbagai faktor baik dari dalam diri siswa maupun lingkungan sekitarnya.
Faktor utama berasal dari siswa
sendiri, seperti ketidakpercayaan diri dan minat terhadap pelajaran. Anak-anak
yang mengalami kesulitan untuk memahami materi seringkali menjadi putus asa.
Jika mereka mengalami kegagalan dan tidak memiliki dorongan positif dari orang
tua atau guru, mereka cenderung kehilangan semangat untuk belajar. Selain itu,
kemajuan teknologi dapat mengalihkan perhatian. Anak-anak kurang tertarik
membaca buku atau mengerjakan tugas sekolah daripada bermain gawai.
Keluarga adalah faktor berikutnya.
Pola asuh orang tua memainkan peran penting dalam menentukan keinginan anak
untuk belajar. Anak-anak yang tidak menerima pujian, dukungan, atau perhatian
dari orang tua mereka sering kali merasa bahwa belajar tidak penting.
Sebaliknya, tekanan berlebihan dan tuntutan nilai tinggi dapat menyebabkan
stres dan menurunkan minat belajar. Oleh karena itu, agar anak merasa nyaman
saat belajar, perlu ada keseimbangan antara dukungan dan kebebasan.
Lingkungan sekolah juga sangat
penting. Metode pembelajaran yang monoton, suasana kelas yang tidak
menyenangkan, dan kurangnya interaksi positif antara guru dan siswa semua dapat
menyebabkan siswa bosan dengan cepat. Guru yang hanya berkonsentrasi pada hasil
akhir tanpa memperhatikan proses belajar juga dapat membuat siswa tidak
termotivasi. Agar anak merasa belajar adalah kegiatan yang menyenangkan,
pendekatan aktif, kreatif, dan kontekstual harus membuat pembelajaran lebih
menarik.
Dibutuhkan kolaborasi antara guru,
orang tua, dan lingkungan untuk meningkatkan motivasi belajar di sekolah dasar.
Guru harus membuat kelas menarik, orang tua harus memberikan dukungan moral dan
perhatian, dan lingkungan harus menumbuhkan budaya belajar yang positif. Oleh
karena itu, anak akan tumbuh menjadi orang yang senang belajar dan bersemangat
untuk mencapai prestasi di masa depan.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest