Fenomena Kecanduan YouTube dan Dampaknya pada Kebiasaan Belajar Anak
s2dikdas.fip.unesa.ac.id , Surabaya— Penggunaan YouTube yang semakin intens di kalangan anak menimbulkan fenomena kecanduan digital yang perlu mendapat perhatian serius. Akses yang mudah, tampilan visual yang menarik, serta alur video yang terus menerus membuat anak sering menghabiskan waktu lebih lama dari yang direncanakan. Tanpa disadari, kebiasaan ini membentuk pola perilaku yang sulit dikendalikan, di mana anak merasa terdorong untuk terus menonton meskipun sudah melewati waktu belajar atau istirahat.
Kecanduan YouTube berdampak pada perubahan kebiasaan belajar anak. Anak yang terlalu sering menonton video cenderung mengalami kesulitan berkonsentrasi saat mengikuti kegiatan belajar. Perhatian mereka mudah teralihkan, terutama ketika terbiasa menerima hiburan instan dari tayangan yang cepat dan beragam. Akibatnya, proses pemahaman materi pelajaran yang membutuhkan fokus dan ketekunan menjadi terasa lebih berat.
Selain berdampak pada konsentrasi, Kecanduan YouTube juga mempengaruhi interaksi sosial dan kebiasaan sehari-hari anak. Waktu yang seharusnya digunakan untuk berkomunikasi, bermain, atau beristirahat sering tergeser oleh aktivitas menonton. Kondisi ini dapat menurunkan kemampuan anak dalam berinteraksi secara langsung serta mengurangi kesempatan mereka untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional secara optimal.
Fenomena Kecanduan YouTube berkaitan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Paparan layar yang berlebihan berpotensi mengganggu kesehatan fisik dan mental anak, sementara menurunnya kualitas belajar dapat mempengaruhi pencapaian pendidikan. Oleh karena itu, pengelolaan penggunaan teknologi menjadi bagian penting dalam upaya mendukung tumbuh kembang anak secara seimbang.
Menghadapi Tantangan Kecanduan YouTube, peran pendampingan dari orang dewasa menjadi sangat penting. Pengaturan waktu menonton, pemilihan konten yang sesuai, serta pembiasaan aktivitas alternatif seperti membaca dan bermain dapat membantu mengurangi ketergantungan. Dengan pengawasan yang konsisten dan edukasi literasi digital yang tepat, penggunaan YouTube dapat diarahkan menjadi lebih sehat dan tidak mengganggu proses belajar anak.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa