Frasa Perilaku Sehat Diterjemahkan Anak untuk Menguatkan Pemahaman SDGs Kesehatan yang Baik
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Anak mengenal frasa perilaku sehat melalui bantuan fitur terjemahan
digital. Siswa membandingkan istilah kesehatan dari berbagai bahasa dunia.
Kegiatan ini memperkuat literasi kesehatan sejalan dengan SDGs nomor 3 tentang
Kesehatan yang Baik.
Penggunaan
fitur terjemahan untuk memahami istilah kesehatan kini menjadi bagian dari
upaya mengenalkan budaya hidup sehat sejak usia sekolah dasar. Melalui akses
digital yang mudah digunakan anak belajar bahwa frasa seperti cuci tangan
makan bergizi atau istirahat cukup ditemukan dalam banyak bahasa
di dunia. Hal ini memberi gambaran bahwa perilaku sehat bukan hanya anjuran
lokal tetapi perhatian global yang disepakati banyak negara. Pemahaman ini
membuat siswa melihat bahwa kesehatan menjadi tanggung jawab bersama seluruh
masyarakat dunia.
Ketika
anak membandingkan istilah kesehatan dari berbagai bahasa mereka menemukan
bahwa beberapa frasa memiliki makna yang sangat dekat meskipun bentuk katanya
berbeda. Misalnya istilah yang berkaitan dengan kebersihan diri hampir selalu
muncul dalam kampanye kesehatan internasional. Fitur terjemahan membantu
memperjelas arti sehingga siswa tidak hanya membaca kata tetapi juga memahami
pesan di baliknya. Kesadaran ini membentuk pola pikir bahwa menjaga tubuh
adalah tindakan penting yang didukung oleh banyak budaya.
Frasa
tentang pola hidup sehat juga memperkenalkan siswa pada nilai kebiasaan yang
perlu dilakukan setiap hari. Istilah yang terkait kegiatan sederhana seperti minum
air cukup atau bergerak aktif sebenarnya menjadi bagian dari
strategi pencegahan penyakit yang dianjurkan lembaga kesehatan dunia. Ketika
frasa ini diterjemahkan ke berbagai bahasa siswa melihat bahwa hidup sehat
memiliki pesan universal. Dengan cara ini anak memahami bahwa bahasa dapat
membantu menyebarkan ajakan kebaikan untuk semua.
Di
sisi lain penggunaan teknologi terjemahan memperlihatkan bahwa informasi
kesehatan kini dapat diakses oleh siapa pun tanpa batas bahasa. Hal ini memberi
manfaat besar bagi anak karena mereka dapat membaca poster kampanye kesehatan
dari negara lain lalu memahami pesannya secara mandiri. Keterampilan ini
penting untuk memperluas wawasan kesehatan global terutama dalam menghadapi
tantangan penyakit yang dapat menyebar lintas negara. Literasi digital menjadi
bagian dari upaya memperkuat kesadaran hidup sehat.
Frasa
yang berkaitan dengan kegiatan fisik juga menjadi perhatian dalam proses
pembelajaran literasi kesehatan. Anak melihat bahwa banyak negara menekankan
pentingnya aktif bergerak untuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Teks yang
mereka terjemahkan memperlihatkan bahwa berolahraga bukan hanya kegiatan
rekreasi tetapi juga kebutuhan untuk menjaga kekuatan tubuh. Perbandingan
berbagai frasa ini membantu anak memahami bahwa kesehatan harus dijaga melalui
kebiasaan yang berkelanjutan.
Melalui
pengamatan frasa perilaku sehat dari berbagai bahasa siswa memperoleh gambaran
lebih luas tentang upaya menciptakan masyarakat yang lebih sadar kesehatan.
Aktivitas ini bukan hanya membantu memperkaya kosakata tetapi juga memperkuat
kemampuan mereka memahami pesan global yang mendukung kehidupan lebih baik.
Dengan bertambahnya pengetahuan ini anak diharapkan tumbuh sebagai generasi
yang mampu mempraktikkan hidup sehat dengan pemahaman yang lebih mendalam serta
menularkan kebiasaan baik kepada lingkungan sekitar.
###
Penulis: Sevian Ageng Wahono