Grup WA Orang Tua dan Fenomena Parenting Remote Control - Mencari Titik Temu yang Sehat
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Meskipun fenomena "parenting remote control" melalui grup WhatsApp orang tua seringkali menimbulkan masalah, bukan berarti grup ini tidak memiliki manfaat yang sama sekali. Kuncinya adalah menemukan titik temu yang sehat di mana grup dapat berfungsi sebagai alat komunikasi yang efektif tanpa menjadi sumber tekanan bagi guru, anak, maupun orang tua sendiri. Hal ini membutuhkan kesadaran dan kerja sama dari semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan.
Salah satu langkah penting untuk mencapai titik temu yang sehat adalah menetapkan aturan dan pedoman yang jelas mengenai penggunaan grup WhatsApp. Pihak sekolah dapat bersama dengan orang tua membuat perjanjian yang mencakup hal-hal seperti jenis informasi yang akan dibagikan (misalnya hanya informasi penting tentang jadwal, kegiatan, atau perkembangan umum siswa), waktu yang sesuai untuk berkomunikasi (misalnya hanya selama jam kerja sekolah atau hingga pukul 20.00), dan cara menyampaikan pertanyaan atau masukan dengan cara yang konstruktif dan hormat.
Orang tua juga perlu melakukan refleksi diri mengenai tujuan mereka bergabung di grup WhatsApp. Sebaliknya untuk selalu mengontrol setiap aktivitas anak, orang tua dapat menggunakan grup sebagai sarana untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang lingkungan pendidikan anak dan untuk mendukung proses pembelajaran di rumah. Hal ini termasuk memberikan dukungan emosional kepada anak, membantu mereka dalam tugas sekolah ketika diperlukan, dan bekerja sama dengan guru untuk mengatasi tantangan yang mungkin dihadapi anak.
Guru memiliki peran penting dalam menciptakan dinamika yang sehat di grup WhatsApp. Mereka dapat memimpin komunikasi dengan cara yang jelas, terbuka, dan profesional, serta selalu fokus pada kepentingan terbaik anak-anak. Guru juga dapat secara berkala memberikan informasi tentang perkembangan pembelajaran dan aktivitas sekolah secara keseluruhan, sehingga orang tua merasa terinformasi tanpa perlu terus-menerus mengajukan pertanyaan. Ketika ada masalah atau kekhawatiran yang muncul, guru dapat mengundang orang tua untuk berkomunikasi secara pribadi atau melalui rapat khusus, sehingga tidak mengganggu seluruh anggota grup.
Dengan ditemukannya titik temu yang sehat ini, grup WhatsApp dapat kembali berfungsi sebagai sarana yang positif untuk memperkuat hubungan antara sekolah dan rumah. Komunikasi yang efektif dan saling menghargai antara guru dan orang tua akan menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan optimal anak, di mana mereka dapat belajar, tumbuh, dan mengembangkan diri dengan baik tanpa merasa tertekan oleh intervensi yang berlebihan.
###
Penulis : Ailsa Widya Imamatuzzadah