Guru Zaman Now: Antara Konten, Kamera, dan Karakter
S2dikdas.fip.unesa.ac.id.
SURABAYA— Di berbagai penjuru Indonesia, kini mulai bermunculan sosok-sosok
guru yang tak hanya piawai mengajar di depan kelas, tapi juga tampil percaya
diri di depan kamera. Mereka dikenal sebagai “guru zaman now”—guru yang aktif
menciptakan konten edukatif di media sosial seperti YouTube, TikTok, Instagram,
hingga podcast. Fenomena ini bukan sekadar tren, melainkan respons nyata
terhadap perubahan zaman, khususnya sejak masa pandemi COVID-19 melanda.
Awalnya, pembelajaran daring memaksa
banyak guru untuk keluar dari zona nyaman. Pembelajaran online bukan hanya soal
mengirim materi, tetapi juga bagaimana menyampaikan ilmu dengan cara yang
menyenangkan, mudah dipahami, dan relevan dengan kehidupan siswa. Dari sinilah
lahir berbagai konten pembelajaran digital—mulai dari video eksperimen sains,
tips belajar cepat, hingga kisah-kisah inspiratif yang dibungkus dengan gaya
khas masing-masing guru. Salah satu contohnya adalah Ibu Rani, seorang guru SD
di Yogyakarta yang rutin membagikan cerita dan pelajaran moral lewat kanal
YouTube-nya. Ada pula Pak Andre dari Bandung, guru IPA yang terkenal karena
konten TikTok-nya yang sering melakukan eksperimen seru dengan bahan-bahan
sederhana. Mereka menjadi inspirasi bahwa guru bisa tetap mendidik dengan cara
kreatif, bahkan dari layar ponsel.
Namun, menjadi guru sekaligus kreator
konten bukanlah hal yang mudah, di balik video berdurasi satu menit, ada proses
panjang—mulai dari merancang materi, merekam, menyunting, hingga membagikan ke
media sosial. Tak sedikit guru yang harus mengorbankan waktu istirahatnya demi
membuat konten edukatif yang berkualitas. Ada juga kekhawatiran bahwa jika
terlalu fokus pada tampilan dan viralitas, esensi mendidik bisa saja memudar.
Meski demikian, guru-guru ini tetap
menjunjung tinggi nilai utama dalam pendidikan: membentuk karakter. Bagi
mereka, konten bukan sekadar hiburan, melainkan alat untuk menanamkan nilai
kejujuran, tanggung jawab, dan empati. Kamera memang menjadi media baru, tetapi
keteladanan tetap menjadi inti dari peran seorang pendidik.
Fenomena ini menunjukkan bahwa
pendidikan sedang bergerak ke arah yang lebih adaptif, Guru tak lagi hanya
hadir di ruang kelas, tetapi juga di ruang digital yang setiap hari diakses
siswanya. Mereka menjembatani dunia nyata dan digital dengan cara yang relevan
dan bermakna. Inilah wajah baru guru masa kini: kreatif, inovatif, dan tetap
berkarakter.
Penulis: Shevila Salsabila Al Aziz
Sumber: Pinterest