Hargai Karya Sendiri, Hormati Karya Orang: SD Gandeng Guru dan Orang Tua Ajarkan Integritas
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Sekolah Dasar Swasta Permata Hati di Surabaya melaksanakan program kolaboratif bertajuk Hargai Karya Sendiri, Hormati Karya Orang yang menggandeng tiga pihak yaitu siswa, guru, dan orang tua untuk bersama-sama menanamkan nilai integritas dan dihargai terhadap karya asli. Program ini didasarkan pada prinsip bahwa karakter pendidikan tidak hanya berjalan di sekolah tetapi juga perlu didukung di rumah, sehingga terbentuk sinergi yang kuat dalam membentuk pola pikir dan perilaku siswa. Pelaksanaan program dimulai dengan peluncuran resmi yang dihadiri oleh seluruh komunitas sekolah dan beberapa narasumber dari dinas pendidikan kota Surabaya.
Guru sebagai fasilitator utama di sekolah menjalankan berbagai aktivitas pembelajaran yang dirancang untuk mengembangkan kesadaran siswa tentang pentingnya karya asli. Di kelas, siswa diajak untuk melakukan proyek individu dan kelompok yang mengharuskan mereka mengeluarkan ide sendiri. Misalnya, dalam proyek membuat poster tentang lingkungan hidup, setiap kelompok harus merancang desain sendiri, memilih warna yang sesuai dengan konsep mereka, dan menulis kalimat-kalimat yang berasal dari pemikiran anggota kelompok. Guru juga mengajarkan siswa untuk selalu menyebutkan sumber jika mereka menggunakan ide atau gambar dari orang lain, dengan bahasa yang disesuaikan untuk pemahaman anak-anak.
Peran orang tua menjadi sangat penting dalam program ini, sehingga sekolah mengadakan pertemuan lokakarya dan pertemuan untuk memberikan pemahaman yang jelas tentang tujuan dan cara mendukung program di rumah. Orang tua diajak untuk tidak memberikan jawaban langsung atau membuat karya untuk anak mereka ketika ada tugas sekolah, melainkan membantu mereka mengembangkan ide sendiri dengan mengajukan pertanyaan yang mendorong pemikiran kritis. Beberapa orang tua juga dilatih untuk menjadi "pendamping kreatif" di rumah, dengan cara memberikan ruang yang nyaman untuk anak-anak berkreasi dan menghargai setiap usaha yang dilakukan, bahkan jika hasilnya belum sempurna.
Untuk memperkuat kolaborasi ini, sekolah mengadakan "Hari Sinergi Integritas" setiap tiga bulan sekali, di mana siswa, guru, dan orang tua bekerja sama dalam satu proyek kreatif. Pada acara pertama, seluruh peserta membuat kerajinan tangan dari bahan daur ulang dengan tema "Kehidupan Kita Sehari-Hari". Setiap keluarga harus menghasilkan karya yang unik dan menunjukkan proses pembuatannya. Karya-karya tersebut kemudian dipajang di sekolah dengan label yang mencantumkan nama keluarga dan cerita di balik pembuatan karya. Acara ini tidak hanya memperkuat hubungan antara keluarga dan sekolah tetapi juga menunjukkan bagaimana nilai integritas dapat diterapkan dalam aktivitas bersama.
Program ini telah menunjukkan perkembangan yang positif dalam perilaku siswa, dengan lebih mandiri dalam menyelesaikan tugas dan lebih menghargai karya teman sekelas. Orang tua melaporkan bahwa anak-anak mereka menjadi lebih percaya diri dalam menunjukkan hasil karya mereka dan bahkan mulai mengajak teman-temannya untuk membuat karya sendiri daripada meniru. Sekolah berencana untuk memperluas kolaborasi ini dengan melibatkan komunitas sekitar, seperti mengundang seniman lokal untuk memberikan pelatihan atau bekerja sama dengan perpustakaan kota untuk menyelenggarakan pameran karya siswa secara berkala.
###
Penulis: Ailsa Widya Imamatuzzadah