Hari Ibu sebagai Sarana Penguatan Nilai Disiplin pada Anak Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Hari Ibu dapat dimaknai sebagai momentum penting untuk memperkuat nilai disiplin pada anak sekolah dasar. Disiplin merupakan salah satu karakter dasar yang sangat dibutuhkan dalam proses belajar, baik di sekolah maupun di rumah. Dalam kehidupan sehari-hari, ibu sering menjadi sosok yang mengatur rutinitas anak, mulai dari waktu bangun tidur, belajar, bermain, hingga waktu istirahat. Kebiasaan inilah yang secara tidak langsung membentuk sikap disiplin anak sejak usia dini.
Di lingkungan rumah, peran ibu terlihat dalam membiasakan anak menjalani aktivitas secara teratur dan konsisten. Ibu mengingatkan anak untuk belajar tepat waktu, menyiapkan perlengkapan sekolah, serta menyelesaikan tugas sebelum bermain. Pembiasaan ini membantu anak memahami bahwa disiplin bukanlah paksaan, melainkan kebutuhan agar kegiatan sehari-hari dapat berjalan dengan baik dan tertib.
Dalam konteks pendidikan dasar, siswa yang memiliki disiplin cenderung lebih siap mengikuti pembelajaran di kelas. Anak mampu mematuhi aturan sekolah, menghargai waktu, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan guru. Melalui peringatan Hari Ibu, sekolah dapat mengajak siswa merefleksikan peran ibu dalam membentuk kebiasaan disiplin tersebut, misalnya melalui cerita pengalaman atau kegiatan refleksi sederhana di kelas.
Keteladanan ibu juga berperan besar dalam menanamkan disiplin pada anak. Anak belajar dari apa yang mereka lihat, seperti bagaimana ibu mengatur waktu, menepati janji, dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Contoh nyata ini lebih mudah dipahami anak dibandingkan nasihat semata. Dengan melihat dan meniru, anak perlahan membangun sikap disiplin yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan menjadikan Hari Ibu sebagai sarana penguatan nilai disiplin, pendidikan dasar turut mendukung SDGs poin 4 tentang pendidikan berkualitas. Pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa secara menyeluruh. Sinergi antara peran ibu di rumah dan pembelajaran di sekolah membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuhnya generasi yang tertib, mandiri, dan siap belajar.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa