Hemat Langit: Anak SD Pelajari Kaitan Cuaca dan Konsumsi Listrik, Agen Efisiensi Energi SDG 7
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Ketergantungan pada listrik seringkali melonjak drastis saat cuaca
ekstrem, membebani sumber daya dan lingkungan. Siswa sekolah dasar kini diajak
mengaitkan kondisi cuaca harian dengan pola penggunaan dan upaya hemat listrik.
Latihan audit energi sederhana ini menumbuhkan budaya efisiensi, selaras dengan
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 7, yaitu Energi Bersih dan
Terjangkau.
Proyek
ini mengharuskan anak-anak mencatat kapan penggunaan listrik di rumah
meningkat—misalnya, saat gelombang panas yang memicu penggunaan AC atau saat
hujan lebat yang memerlukan lampu di siang hari. Mereka kemudian membandingkan
konsumsi ini dengan hari-hari dengan cuaca normal.
Inti
dari aktivitas ini adalah memahami hubungan timbal balik antara alam dan sumber
daya. Siswa belajar bahwa setiap penggunaan listrik, kecuali jika bersumber
dari energi terbarukan, berkontribusi pada emisi karbon yang justru memperburuk
perubahan iklim. Konservasi energi adalah kontribusi nyata bagi SDGs 7 dan 13.
Inisiatif
ini telah berhasil mengubah siswa menjadi auditor energi di rumah.
Mereka aktif mengampanyekan perilaku hemat seperti mematikan lampu yang tidak
perlu saat mendung masih bisa memberikan penerangan, atau memaksimalkan
ventilasi saat cuaca sejuk. Kesadaran mereka pada kaitan cuaca dan energi
ini menjadi motor penggerak efisiensi.
Di
sekolah, temuan tentang lonjakan konsumsi listrik saat cuaca tertentu dijadikan
dasar untuk membuat Pedoman Hemat Energi Cerdas yang dipajang di dekat
sakelar. Ini mengubah pengetahuan teoritis menjadi aksi praktis yang terukur.
Jelas
bahwa mengaitkan cuaca dengan hemat listrik adalah metode efektif untuk
menanamkan budaya konservasi energi sejak dini. Siswa sekolah dasar ini
dipersiapkan untuk menjadi konsumen energi yang bijak dan bertanggung jawab.
Harapannya, kebiasaan ini akan terus menyebar, mendukung transisi menuju energi
yang lebih efisien dan terbarukan.
###
Penulis: Sevian Ageng Wahono