Ide Permainan Seru: Guru Minta Bantuan ChatGPT untuk Variasi Ice Breaking di Kelas
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Menjaga fokus, konsentrasi, dan semangat belajar siswa SD sepanjang hari sekolah adalah tantangan besar yang dihadapi setiap guru. Untuk menciptakan suasana belajar yang berkualitas dan menyenangkan (sesuai SDG 4), guru membutuhkan perbendaharaan permainan penyegar suasana (ice breaking) yang banyak dan variatif. Di sinilah ChatGPT berperan secara realistis sebagai asisten ide bagi guru. Guru dapat bertanya kepada AI dengan instruksi spesifik: "Berikan 5 ide permainan tepuk tangan edukatif untuk siswa kelas 2 SD dengan tema hewan yang melatih konsentrasi." Dalam hitungan detik, ChatGPT akan memberikan instruksi permainan yang segar, detail, dan siap diterapkan.
Penerapan teknologi ini di kelas sepenuhnya dilakukan oleh guru sebagai fasilitator. Siswa tidak perlu berinteraksi langsung dengan AI-nya, tetapi mereka merasakan manfaat langsungnya berupa suasana kelas yang lebih hidup, dinamis, dan tidak monoton. Permainan-permainan baru hasil saran AI ini sangat membantu mengembalikan konsentrasi siswa yang mulai buyar, terutama setelah jam istirahat atau di jam-jam terakhir pelajaran. Guru pun tidak lagi kehabisan akal dan bisa terus berinovasi menyajikan kejutan permainan tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam mencari ide di buku atau internet.
Sebagai contoh konkret, ChatGPT bisa menyarankan kuis "Tebak Gaya Hewan", permainan "Lampu Merah Lampu Hijau" versi matematika, atau lagu gubahan sederhana tentang perkalian dengan nada lagu populer anak-anak. Guru kemudian mempraktikkannya bersama siswa dengan penuh semangat. Keseimbangan antara kegiatan fisik, bermain, dan belajar mental ini sangat penting bagi perkembangan holistik anak usia SD. Selain itu, permainan kelompok yang disarankan AI sering kali dirancang untuk melatih kerja sama tim, kekompakan kelas, dan keterampilan sosial siswa.
Penggunaan ChatGPT sebagai "bank ide" atau konsultan kreatif ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan bisa menjadi mitra pedagogis yang sangat efektif dan suportif bagi guru. Teknologi ini mendukung kesejahteraan guru dengan mengurangi beban perencanaan aktivitas yang repetitif, sehingga guru bisa tampil lebih prima, ceria, dan energik di depan siswa. Energi positif yang dipancarkan guru akan menular kepada siswa, menciptakan iklim belajar emosional yang positif dan menyenangkan bagi semua.
Inovasi kecil dalam persiapan mengajar ini berdampak besar pada kebahagiaan dan keterlibatan siswa di sekolah. Pembelajaran menjadi dinamis, penuh kejutan, dan siswa selalu menanti dengan antusias permainan seru apa lagi yang akan dibawakan oleh guru mereka hari ini, menjadikan sekolah tempat yang mereka rindukan.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia