Ide Transportasi Aman Bermula dari Pemahaman Siswa tentang Cuaca Harian
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Kesadaran akan pentingnya transportasi aman tumbuh dari pengamatan
cuaca di kalangan siswa SD. Mereka menyadari bahwa cuaca tertentu membuat
perjalanan lebih berisiko. Pembahasan ini membuka pandangan baru bagi banyak
siswa.
Guru
menanyakan bagaimana anak anak pergi ke sekolah setiap hari. Beberapa
menggunakan sepeda, beberapa berjalan kaki. Mereka kemudian membahas apa yang
berubah ketika hujan turun.
Siswa
menyadari bahwa jalan licin dapat menimbulkan bahaya bagi pejalan kaki dan
pesepeda. Mereka juga membahas kabut yang membuat pandangan menjadi lebih
terbatas. Hal ini membuat mereka memahami arti kehati hatian.
Guru
menghubungkan pembahasan dengan SDGs kota dan komunitas berkelanjutan. Guru
menjelaskan bahwa transportasi aman adalah bagian dari pembangunan
berkelanjutan. Anak anak merasa bangga karena mereka ikut memikirkan solusi
sederhana.
Siswa
kemudian membuat daftar ide transportasi aman. Mereka menuliskan penggunaan jas
hujan, lampu sepeda, dan alas kaki yang tidak licin. Daftar ini ditempel di
dinding kelas sebagai pengingat.
Diskusi
juga membuat siswa memahami peran cuaca dalam transportasi umum. Guru
menjelaskan bahwa pilot, sopir bus, dan nelayan sangat memperhatikan cuaca
sebelum bekerja. Anak anak semakin menghargai profesi tersebut.
Kegiatan
ini memberikan sudut pandang baru bahwa cuaca memengaruhi keselamatan dalam
perjalanan. Pemahaman ini menjadi bekal bagi siswa untuk menjalani hari dengan
lebih waspada.
###
Penulis: Sevian Ageng Wahono