Inovasi dalam Perbaikan Sekolah Rusak: Solusi Cepat dan Tepat Guna
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Inovasi sangat dibutuhkan dalam perbaikan sekolah-sekolah rusak untuk mencari solusi yang cepat dan tepat guna. Metode dalam perbaikan sekolah seringkali memakan waktu yang lama dan biaya yang besar. Oleh karena itu, diperlukan inovasi untuk mencari cara-cara baru yang lebih efektif dan efisien.
Salah satu inovasi yang dapat diterapkan adalah penggunaan material bangunan yang ringan dan tahan lama. Material seperti baja ringan dan panel sandwich dapat mempercepat proses pembangunan dan mengurangi biaya konstruksi. Selain itu, material-material ini juga lebih tahan terhadap gempa dan cuaca ekstrem.
Inovasi lainnya adalah penggunaan teknologi digital dalam proses perencanaan dan pelaksanaan perbaikan sekolah. Dengan menggunakan teknologi Building Information Modeling (BIM), pemerintah dapat membuat model sekolah virtual yang rusak dan merencanakan perbaikan secara detail. Teknologi ini juga dapat membantu mengoptimalkan penggunaan anggaran dan mengurangi risiko kesalahan konstruksi.
Selain itu, pemerintah juga dapat melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses inovasi. Pemerintah dapat mengadakan kompetisi inovasi untuk mencari ide-ide kreatif dari masyarakat mengenai cara-cara memperbaiki sekolah yang rusak. Ide-ide terbaik dapat diterapkan dalam program “Nol Sekolah Rusak”.
Dengan menerapkan inovasi dalam perbaikan sekolah rusak, pemerintah diharapkan dapat mempercepat pencapaian target “Nol Sekolah Rusak” dan meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di Indonesia. Inovasi juga dapat membantu mengurangi biaya perbaikan dan memastikan bahwa sekolah-sekolah yang diperbaiki aman dan nyaman untuk digunakan.
###
Penulis : Ailsa Widya Imamatuzzadah