Inovasi Pembelajaran Dasar Melalui Pemanfaatan WhatsApp dalam Kegiatan Harian
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —
WhatsApp menjadi salah satu media yang paling mudah dijangkau dalam mendukung
pembelajaran dasar. Aplikasi ini memungkinkan guru dan siswa berkomunikasi
secara cepat tanpa batasan ruang. Kemudahan fitur yang tersedia membantu
penyampaian materi dilakukan lebih fleksibel. Guru dapat mengirimkan gambar,
audio, maupun instruksi singkat yang langsung dipahami oleh siswa. Situasi ini
membantu kegiatan belajar terasa lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari.
Inilah yang menjadikan WhatsApp sebagai jembatan efektif antara guru, siswa,
dan orang tua.
Pemanfaatan
WhatsApp dalam pembelajaran harian dapat meningkatkan keterlibatan siswa. Guru
dapat memberikan tugas singkat yang dapat dikerjakan siswa melalui pengamatan
sekitar rumah. Anak dapat mengirimkan foto, rekaman suara, atau catatan kecil
untuk menunjukkan pemahamannya. Bentuk interaksi ini membuat siswa merasa lebih
aktif dan tidak hanya menerima informasi secara satu arah. Orang tua juga dapat
memantau perkembangan belajar anak melalui pesan yang dikirimkan secara
berkala. Dengan demikian, komunikasi pembelajaran menjadi lebih terarah dan
terpantau.
Guru
dapat memanfaatkan grup WhatsApp sebagai ruang diskusi sederhana. Meskipun
formatnya tidak selengkap kelas tatap muka, aktivitas diskusi tetap dapat hadir
dalam bentuk tanya jawab ringan. Guru bisa memancing siswa dengan pertanyaan
kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Siswa kemudian dapat
memberikan respons sesuai pemahaman mereka masing-masing. Interaksi ini
membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan keberanian menyampaikan
pendapat. Dengan demikian, grup WhatsApp dapat menjadi ruang belajar aktif yang
sederhana namun tetap bermakna.
WhatsApp
juga memungkinkan guru memberikan penguatan materi secara berkala. Guru dapat
mengirimkan pengingat, ringkasan materi, atau motivasi singkat kepada siswa.
Pesan-pesan tersebut membantu siswa tetap terarah meskipun pembelajaran
dilakukan di luar kelas. Kebiasaan ini mendukung terciptanya disiplin belajar
yang konsisten. Orang tua dapat berperan aktif dengan membantu anak memahami
pesan yang diberikan. Kolaborasi ini menjadikan WhatsApp sebagai alat yang
mendukung pembelajaran mandiri secara alami.
Penggunaan
WhatsApp dalam pembelajaran harian juga memudahkan penilaian informal. Guru
dapat meminta siswa mengirimkan bukti kerja secara langsung melalui foto atau
video. Bentuk penilaian seperti ini memberi gambaran nyata mengenai
perkembangan siswa. Guru dapat segera memberikan umpan balik yang bersifat
membangun. Feedback cepat membuat siswa mampu memperbaiki kesalahan tanpa harus
menunggu pertemuan berikutnya. Proses penilaian yang lebih dekat dengan
kegiatan sehari-hari ini membuat pembelajaran terasa lebih relevan.
Dengan
segala kemudahannya, WhatsApp memberikan peluang besar untuk melakukan inovasi
pembelajaran dasar. Pemanfaatan fitur yang tepat dapat membantu guru
menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual dan menyenangkan. Aplikasi ini
memungkinkan pembelajaran tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dalam
rutinitas harian siswa. Komunikasi yang terbangun secara berkelanjutan
mendukung tumbuhnya keterlibatan aktif seluruh pihak. Inovasi ini juga
memperkuat hubungan antara guru, siswa, dan orang tua. Karena itu, WhatsApp
dapat menjadi salah satu media sederhana namun berdampak besar bagi
pembelajaran modern.
Penulis:
Della Octavia C. L