Integrasi Cuaca dan Lingkungan dalam Pembelajaran IPAS Berbasis Proyek di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pembelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Sekolah Dasar (SD) dapat menjadi lebih
menarik dan bermakna ketika dikaitkan dengan fenomena sehari-hari yang dekat
dengan kehidupan anak, salah satunya adalah cuaca dan lingkungan. Integrasi
topik cuaca dan lingkungan ke dalam pembelajaran IPAS membantu siswa memahami
hubungan antara alam sekitar dan aktivitas manusia. Dengan pendekatan ini,
siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga dilibatkan dalam
proses eksplorasi yang memicu rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis.
Pendekatan berbasis proyek dalam
pembelajaran IPAS memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara aktif
melalui pengamatan, percobaan, dan pencatatan data. Misalnya, siswa dapat
membuat proyek sederhana seperti mencatat perubahan cuaca harian, mengukur suhu
atau curah hujan, serta mengamati pengaruh cuaca terhadap tanaman di lingkungan
sekolah. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan konsep ilmiah, tetapi juga
melatih keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan tanggung jawab terhadap tugas
yang diberikan.
Selain itu, integrasi pembelajaran
cuaca dan lingkungan mendorong siswa untuk menyadari pentingnya menjaga
kelestarian alam. Melalui proyek, mereka dapat mempelajari dampak perilaku
manusia terhadap lingkungan, seperti polusi udara atau sampah plastik, serta
belajar mencari solusi sederhana untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan
sehat. Dengan demikian, pembelajaran IPAS tidak hanya berfokus pada teori,
tetapi juga membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini.
Kegiatan proyek yang berhubungan
dengan cuaca dan lingkungan juga dapat memanfaatkan media visual dan teknologi
sederhana, seperti peta cuaca, diagram pertumbuhan tanaman, atau jurnal
pengamatan digital. Penggunaan media ini membantu siswa dalam memahami konsep
abstrak menjadi lebih nyata dan mudah dipahami. Guru berperan sebagai
fasilitator yang membimbing siswa dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga
refleksi proyek, sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif dan
menyenangkan.
Dengan mengintegrasikan cuaca dan
lingkungan dalam pembelajaran IPAS berbasis proyek, siswa SD dapat
mengembangkan kemampuan observasi, analisis, serta tanggung jawab sosial
terhadap lingkungan sekitar. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman
akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian, kerja sama, dan
kreativitas. Akhirnya, integrasi ini menjadikan pembelajaran IPAS lebih
relevan, kontekstual, dan menyiapkan generasi muda untuk menjadi warga yang
sadar lingkungan.
###
Penulis: Sabila Widyawati