Integrasi Nilai Keagamaan dalam Pembelajaran Sekolah Dasar melalui Pendekatan Kontekstual
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pendidikan dasar memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai keagamaan dan moral sejak usia dini. Sekolah mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam pembelajaran sehari-hari melalui pendekatan kontekstual yang dekat dengan kehidupan siswa. Pendekatan ini membantu siswa memahami bahwa nilai spiritual merupakan bagian dari kehidupan yang tidak terpisahkan dari aktivitas belajar.
Dalam kegiatan pembelajaran, guru mengaitkan materi pelajaran dengan praktik ibadah dan nilai religius. Momentum bulan puasa dimanfaatkan untuk membahas makna pengendalian diri, kepedulian sosial, serta pembiasaan doa buka puasa. Pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa dapat mengaitkan teori dengan praktik nyata.
Nilai keagamaan juga dikaitkan dengan pembentukan sikap sosial siswa. Guru mengajak siswa untuk memahami pentingnya berbagi, empati, dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter menjadi bagian integral dari pembelajaran akademik.
Pendekatan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang menekankan pembangunan manusia secara holistik. Pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan moral peserta didik.
Dengan integrasi nilai keagamaan yang terarah, sekolah dasar dapat membentuk siswa yang berakhlak, berempati, dan memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat.
###
Penulis: Anisa Rahmawati