Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Kurikulum Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Kearifan lokal adalah
warisan budaya yang mencerminkan prinsip, kebiasaan, dan norma yang telah
dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat selama berabad-abad. Dunia pendidikan harus mempertahankan kearifan
lokal agar tidak tergerus oleh budaya asing di tengah derasnya arus globalisasi
dan kemajuan teknologi. Menggabungkan
nilai-nilai kearifan lokal ke dalam kurikulum Sekolah Dasar (SD) adalah
tindakan strategis yang dapat diambil.
Dengan memasukkan kearifan lokal ke
dalam kurikulum sekolah dasar, bertujuan
untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi
juga peduli terhadap lingkungan, menghormati tradisi, dan memiliki moralitas.
Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, kerja keras, dan cinta lingkungan
adalah contoh kearifan lokal yang penting untuk diajarkan sejak dini.
Ada banyak cara untuk melakukan
proses integrasi ini. Misalnya, dalam
mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa diajari cerita rakyat atau legenda lokal
yang mengandung pesan moral. Dalam mata pelajaran IPS, siswa dikenalkan dengan
tradisi, upacara adat, dan kearifan lokal dalam mengelola sumber daya alam.
Bahkan dalam mata pelajaran Sains, guru dapat menggunakan pengetahuan
tradisional masyarakat tentang pengobatan herbal atau sistem pertanian lokal
sebagai bahan ajar kontekstual.
Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler
seperti seni tari daerah dan musik tradisional serta kegiatan lingkungan
berbasis kearifan lokal, seperti pengelolaan sampah berbasis adat, dapat
membantu mengintegrasikan kearifan lokal.
Siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang lebih baik, tetapi
juga merasa lebih bangga dengan budaya mereka sendiri.
Namun demikian, integrasi kearifan
lokal dalam kurikulum sekolah dasar harus berhasil, dan semua orang, termasuk
guru, orang tua, dan pemerintah daerah, harus berkolaborasi. Guru harus dilatih
untuk membuat rencana pembelajaran yang inovatif dan menarik berbasis kearifan
lokal. Sementara pemerintah daerah dapat
membantu dengan menyediakan sumber belajar yang memadai, orang tua diharapkan
mendukung di rumah. Sekolah dasar yang tepat akan menjadi tempat untuk mendidik
generasi cerdas dan generasi yang berakar kuat pada budaya negara mereka dan
siap menghadapi tantangan global dengan identitas yang kokoh.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest